Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Desa/Kel, Ujung Tombak Keberhasilan Pembangunan

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_18365.jpg

    INDRAMAYU-Sebagaimana diatur dalam Undang- Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Desa, bahwa Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten/ Kota membina dan mengawasi penyelenggaraan Pemerintah Desa. 

    Salah satu bentuk pelaksanaan pembinaan dan pengawasan yang dilaksanakan adalah Perlombaan Desa dan Kelurahan yang diatur dalam peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 81 Tahun 2015 tentang Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan.

    Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan, desa ataupun kelurahan sejatinya merupakan ujung tombak sekaligus kunci keberhasilan pembangunan. "Berhasil atau tidaknya proses pembangunan yang kita jalankan selama ini, tergantung dari kualitas pembangunan yang terlaksana di wilayah desa dan kelurahan," Kata Wagub Deddy di Desa Majasari, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Selasa (26/07/2016).

    Karena itu menurutnya, secara umum dapat dinyatakan bahwa keberhasilan pembangunan nasional, merupakan akumulasi dari keberhasilan pembangunan desa dan kelurahan di seluruh wilayah Indonesia.

    Terkait hal tersebut, dirinya menyambut baik dan mendukung Desa Majasari, untuk mewakili Jawa Barat dalam 'Lomba Desa Tingkat Nasional Tahun 2016.' Berdasarkan pada surat Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Nomor 414.4/4667/BPD tanggal 14 Juli 2016, dilakukan pula Klarifikasi Lapangan Penyelenggaraan Lomba Desa dan Kelurahan tersebut.

    Pun melalui perlombaan desa dan kelurahan ini dapat menjadi alat ukur capaian hasil perkembangan sebuah desa dan kelurahan, juga mengetahui efektivitas penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, serta pembinaan dan pemberdayaan masyarakat.

    "Tentunya, saya berharap melalui penilaian Lomba Desa dan Kelurahan ini, dapat memotivasi masyarakat, untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan untuk lebih memantapkan, menguatkan dan mengembangkan desa agar lebih berdaya, sehingga kesejahteraan masyarakat tercapai," Tutur dia.

    "Khusus Desa Majasari, semoga dapat membawa harum nama Jawa Barat pada ajang ini. Tak lupa, semoga Allah SWT senantiasa memberikan Ridho- Nya," Tambahnya.

    Deddy juga sempat mencatat beberapa pencapaian desa yang jadi unggulan ini. Pertama kata dia, bahwa saat ini kemiskinan di Majasari ada dibawah angka kemiskinan Kabupaten Indamayu sendiri. Tingkat kemiskinan di desa ini ada di angka 8,24%. Sementara tingkat kemiskinan Nasional ada diatas angka 10%, dan di Kabupaten Indramayu sendiri diatas 12%. "Tapi ada satu desa jauh dibawah itu. Kalau bukan prestasi ini apa ? Ini goalnya, mengurangi kemiskinan, membuka peluang untuk maju," Ungkap Deddy.

    Lanjut Deddy, ada ratusan hektar sawah di desa ini. Artinya Majasari juga memiliki cluster ekonomi usaha produktif berbasis pertanian. Terlebih desa Majasari selalu mengikuti instruksi Presiden. Seperti menjual daging sapi seharga 80 ribu rupiah.

    "Harga daging pun terjangkau, sesuai instruksi Pemerintah pusat, kebutuhan proteinnya terpenuhi, pasti cerdas- cerdas semua. Saya berharap tidak ada satupun anak Majasari yang tidak sekolah, karna tidak mampu, tidak ada fasilitas," Harapnya.

    Sementara itu, Bupati Indramayu Anna Sophana mengatakan berbagai pencapaian Desa Majasari bukan diperoleh dengan begitu saja. Melainkan atas upaya, kerjasama, dan kerja keras seluruh masyarakat, bersama aparatur desa Majasari. "Dan selanjutnya semoga menjadi desa terbaik tingkat nasional," Ucap Anna.

    "Prestasi, atau pencapaian yang ditujukan oleh Desa Majasari ini harus menjadi inspirasi bagi desa lain untuk terus berprestasi dan menggali potensi desanya masing-masing,” Katanya.

    Adapun yang menjadi kelebihan desa Majasari menurut Dia, diantaranya; Desa Majasari memiliki rumah edukasi TKI untuk membina Purna TKI agar lebih berdaya, mandiri, dan terarah menjalankan kehidupannya. Dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, Desa Majasari juga melakukan pengelolaan BUMDes dengan menggandeng perbankan dan melakukan penggemukan sapi untuk keluarga TKI (yang ditinggal merantau). Semula dari sekitar 32 ekor sapi, kini telah berkembang hingga 200 -an ekor sapi.

    Hadir pada acara, Ketua Tim Penilai Valentino Sudaryanto, Kepala BPMPD Provinsi Jawa Barat Kusmayadi, Kepala BKPP Wilayah III Enjang Navandy, Muspida dan OPD Kabupaten Indramayu, Camat Sliyeg Dulyono, Kuwu Majasari Wartono.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus