Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Segera Relokasi Korban Bencana Curug Kembar

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_18571.jpg

    BANDUNG-Anggota Fraksi PKS DPR RI dari Daelah Pemilihan Kota dan Kabupaten Sukabumi, Yudi Widiana Adia mendorong percepatan relokasi warga korban longsor dan pergeseran lahan di Kecamatan Curug Kembar, Kabupaten Sukabumi ke lokasi yang aman. 

    Yudi mengatakan hal itu saat berkunjung ke lokasi bencana, tepatnya di desa Nagrakjaya dan Cimenteng. Minggu (7/8) pagi, sebagaimana isi rilisnya yang diterima redaksi jabarprov.go.id, Senin (8/8).
     
    Dalam kunjungan tersebut, Yudi didampingi tim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan SAR Nasional, dan Badan Penanggulangan Bencana Pusat. Dalam kesempatan tersebut, Yudi menyerahkan bantuan pompa air dan fasilitas penampungan air bersih untuk Pesantren di Desa Nagrakjaya.

    Lebih lanjut Wakil Ketua Komisi V DPR RI itu mengaku sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membangun rumah khusus bagi korban bencana. Hingga saat ini tercatat ada 448 kepala keluarga atau sekitar 1.222 jiwa yang kehilangan rumah.

    “Nantinya akan dibangun rumah, gratis bagi korban bencana. Hanya kami minta Pemkab Sukabumi segera membuat surat permohonan dan menyediakan lahan untuk lokasi perumahan,” ujar Yudi.

    Menurut Yudi, Ia sudah berbicara langsung melalui ponsel dengan Direktur Jenderal Perumahan Rakyat. Ia berharap pekan depan proses pengajuan sudah berjalan sehingga pembangunan rumah khusus bisa berjalan tahun ini.

    Yudi  berharap warga bisa secepatnya menempati rumah di perkampungan baru nantinya yang aman dari ancaman pergerakan tanah. Sedangkan lokasi perkampungan yang terkena bencana dijadikan kawasan hijau untuk mencegah terjadinya longsor. 

    Sedangkan sawah, ladang, dan kebun-kebun warga bisa ditanami kembali asalkan tidak berada di zona berbahaya. Menurut Yudi, Fenomena tanah bergerak di Desa Nagrekjaya bukan kali ini terjadi. Insiden serupa pernah terjadi pada 2012 dan menyebabkan puluhan rumah rusak. 

    Sedangkan untuk Desa Cimenteng baru pertama kali terkena fenomena ini.
    Selain bantuan rumah, Yudi juga sudah meminta Kementerian PUPR untuk membangun sarana air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Yudi meminta pemerintah setempat untuk mencari sumber mata air dengan debit minimal 5 liter per detik sehingga bisa menggunakan dana APBN hingga Rp 2 miliar.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus