Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Depan Wisudawan STIKes, Demiz Tekankan 10 Indikator PHBS

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_19302.jpg

    KAB.CIAMIS-Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar (Demiz) menghadiri acara Wisuda Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Muhammadiyah Ciamis Tahun Akademik 2015-2016 di Gedung Islamic Center, Jl. Mr. H. Iwa Kusumasoemantri Kabupaten Ciamis, Selasa (27/9/16).

    Pada kesempatan itu, di hadapan 376 orang para sarjana dan ahli madya kesehatan ini Demiz mengajak para lululusan dan masyarakat agar bisa mengoptimalkan program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Menurut Demiz, PHBS penting sebagai bagian dari cara untuk memperkuat sistem pelayanan kesehatan yang berorientasi pada upaya pencegahan.

    "Mari kita fokuskan perhatian kita, arahkan perhatian kita pada optimalisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tingkat rumah tangga yang pada tahun 2015 cakupannya baru mencapai 53,7%," kata Demiz dalam sambutannya.

    "PHBS ini penting dalam rangka memperkuat sistem pelayanan kesehatan yang lebih berorientasi pada upaya promotif dan preventif, tanpa mengesampingkan upaya kuratif dan rehabilitatif," lanjutnya.

    Untuk itu, Demiz pun ingin para lulusan agar bisa membantu pemerintah daerah - khususnya Pemprov Jawa Barat dalam menyebarluaskan PHBS kepada masyarakat. Dengan jargon “lebih baik mencegah daripada mengobati”, Demiz pun mengungkapkan 10 indikator PHBS yang ingin dicapai, yaitu:
    1. Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan;
    2. Bayi diberi ASI ekslusif;
    3. Balita ditimbang setiap bulan;
    4. Menggunakan air bersih;
    5. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun;
    6. Menggunakan jamban sehat;
    7. Memberantas jentik di rumah sekali seminggu;
    8. Makan sayur dan buah setiap hari;
    9. Melakukan aktivitas fisik setiap hari; dan
    10. Tidak merokok di dalam rumah.

    Dengan hadirnya lulusan dari STIKes Muhammadiyah Ciamis ini, diharapkan juga dapat menambah jumlah tenaga kesehatan di Jawa Barat. Dimana pada tahun 2015 rasionya baru mencapai 57,87 dari target sebesar 158 per 100 ribu penduduk, sementara Bidan baru mencapai 33,40 dari target sebesar 100 per 100 ribu penduduk.

    Pada Tahun Akademik 2015-2016 ini, STIKes Muhammadiyah Ciamis melantik sebanyak 367 orang wisudawan. Terdiri dari Program Studi D-III Keperawatan (53 orang), D-III Kebidanan (132), S-1 Keperawatan (50), Profesi Ners atau Perawat (37), D-III Farmasi (46), dan Program Studi D-III Analis Kesehatan (49).

    "Keberadaan STIKes Muhammadiyah ini sangat strategis dan mudah-mudahan cepat berkembang dan bisa tambah lagi kampusnya di beberapa daerah. Dan lulusannya secara kuantitas maupun kualitas harus bertambah dan berperan secara signifikan," pungkasnya.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus