Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    API Jabar Desak Presiden SBY Keluarkan Keppres Pelarangan Ahmadiyah

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/Demo-API.jpg

    BANDUNG-Aliansi Pergerakan Islam (API) Jawa Barat dan Dewan Da'wah Kota Bandung mendesak agar Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) segera mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) tentang Pelarangan & Pembubaran Ahmadiyah dan Tidak Perlu Menghiraukan tekanan pihak asing. API Jabar dan Dewan Da'wah Kota Bandung menyatakan menolak segala bentuk intervensi asing dalam penyelesaian Ahmadiyah.

    "Kami mengapresiasi dan siap mengawal Pergub Jabar tentang pelarangan aktivitas Ahmadiyah di Jawa Barat. Dalam rangka pengawalan Pergub tersebut, kami telah membentuk Tim Investigasi untuk mengawasi pergerakan jemaat Ahmadiyah," kata Koordinator API Jabar, Ustadz Asep dalam orasinya dalam aksi unjuk rasa ratusan aktivis API Jabar di Jalan Diponegoro, Bandung, depan Gedung Sate, Kamis (24/3). Hal senada juga ditegaskan oleh Ketua Dewan Da'wah Kota Bandung, Muchsin al-Fikri, S.Sos.

    Baik API Jabar maupun Dewan Da'wah Kota Bandung mengimbau kepada segenap kelompok Ahmadiyah agar segera bertaubat kepada Allah SWT dan menghentikan penodaan kepada Nabi Muhammad SAW sebabagi nabi terakhir, dan tidak ada lagi nabi setelahnya. Para pengikut Ahmadiyah dihimbau segera kembali kepada ajaran yang lurus sesuai tuntunan Al-Qur'an dan Sunnah.

    "Dewan Da'wah Kota Bandung siap menampung dan membina para Jemaat Ahmadiyah yang kembali kepada pangkuan Islam yang benar," kata Muchsin dalam siaran persnya.

    Selain melakukan aksi unjuk rasa, API Jabar juga menyampaikan aspirasi langsung kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sekitar 15 orang perwakilan pengunjuk rasa diterima oleh Kepala Biro Humas, Protokol dan Umum (HPU) Setda Jabar, H. Ruddy Gandakusumah di Press Room, Gedung Sate. (enal)
     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus