Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Hari Santri Ke-2 di Subang

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_19661.jpg

    SUBANG-Kirab Resolusi Jihad dalam rangka Hari Santri Nasional ke-2 tingkat Kabupaten Subang dihadiri oleh Plt. Bupati Subang Hj. Imas Aryumningsih dipelataran Wisma Karya pada Sabtu (22/10).

    Acara tersebut turut dihadiri Kapolres Subang, Asda II, para pimpinan partai, Kepala Kementerian Agama, Ketua PCNU Tanfiziah Subang, Ketua MUI, Ketua MDI, Ketua Baznas Subang, Kepala Cabang Bank Mandiri Subang, seluruh jajaran NU, Pimpinan dan pengasuh pondok pesantren, ibu-ibu muslimah dan santriwan-santriwati. 

    Sebelum acara Hari Santri Nasional yang ke-2 dimulai yang dipusatkan di pelataran Wisma Karya, santriwan-santriwati dari seluruh pondok pesantren yang ada di Kabupaten Subang terlebih daluhu melaksakan kirab atau pawai resolusi jihad yang dimulai dari depan Masjid Agung Subang menuju Wisma Karya. 

    Dalam sambutannya, Plt. Bupati Subang menyambut gembira atas ditetapkannya tanggal 22 oktober sebagai Hari Santri Nasional yang mana pada tahun ini merupakan Hari Santri Nasional yang ke-2. 

    Hari santri merupakan kebijakan yang penting dan strategis dalam pembangunan pendidikan masyarakat. Pendidikan melalui pesantren adalah pendidikan asli Indonesia. Oleh kerena itu, hari santri harus dijadikan momentum bagi para santri untuk meningkatkan kiprahnya dalam proses pembangunan bangsa, jelas Bupati Imas.  

    Pendidikan di pesantren yang menerapkan pola pengasuhan merupakan kelebihan pendidikan, karena proses belajar mengajar di pesantren berbeda dengan proses pendidikan pada umumnya, ujar Imas.

    Pada acara tersebut diberikan secara simbolis pemberian KARTANU (Kartu Anggota Nahdahul Ulama) dari Bank Mandiri kepada Plt. Bupati Subang Hj. Imas Aryumningsih, Rois PCNU Subang, Ketua Tahfid PCNU dan Sekjen PCNU. 

    Kapolres Subang dalam sambutannya mengatakan, bahwa Kemerdekaan Bangsa Indonesia tak bisa dilepaskan dari peran ulama dan santri. Oleh karena itu, ditetapkannya 22 Oktober sebagai Hari Santri merupakan penghargaan Negara Indonesia bagi ulama, santri, dan khususnya Nahdlatul Ulama. 

    Acara Kirab Resolusi Jihad dalam rangka Hari Santri Nasional ke-2 tersebut diakhiri dengan orasi ilmiah hari santri nasional. 

    Acara ditutup dengan pembacaan ikrar santri yang dipimpin oleh langsung Kornas Kirab Hari Santri, Ishfah Abidal Aziz. Setelah dari Banyuwangi rombongan Kirab Resolusi Jihad Hari Santri melanjutkan perjalanan menuju Situbondo, napak tilas ke makam Almagfurlah KH As'ad Syamsul Arifin dan bermalam di Situbondo.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus