Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Jumlah Kepesertaan Program JPK di Jamsostek Memprihatinkan

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/Jamsostek3.jpg

    Bandung - Jumlah peserta Jamsostek saat ini mencapai 28 juta orang pekerja. Dari jumlah tersebut hanya 9 juta peserta yang menjadi
    peserta aktif. Sementara itu dari empat program yang ada, tertinggi masih diikuti peserta adalah program JHT (Jaminan Hari Tua), sementara kepesertaan program JPK (Jaminan Pelayanan Kesehatan) paling sedikit.

    "Jumlah peserta program JPK masih memprihatinkan, hanya sekitar 2,2 juta peserta. Kondisi ini membuat pelayanan kesehatan Jamsostek masih terbatas untuk penyakit ringan saja," ujar Dirjen PHI dan Jaminan Sosial Kemenakertrans Mira. M.H disela sosialisasi rencana peningkatan manfaat dan perubahan ceiling wages Program JPK PT Jamsostek di Bandung, Senin.

    Mira menyatakan Jamsostek masih belum bisa menjamin penyakit berat yang mematikan seperti kanker, cuci darah dan jantung karena ternyata anggaran JPK tidak mencukupi untuk merawat penyakit tersebut.

    Hal itu, ujar mira, sejak 18 tahun lalu dana yang disetor peserta untuk program JPK masih menggunakan aturan lama yakni 3% dari Rp1
    juta(nilai gaji maksimal). Padahal menurut dia, gaji pekerja setiap tahunnya naik.

    "Untuk itu kedepannya perlu ada perubahan nilai minimal, yakni bisa menggunakan ukuran penghasilan tidak kena pajak (PTKP), nilainya Rp1,7 juta. Dengan cara itu diharapkan dana kesehatan di Jamsostek akan meningkat dan bisa mengkover penyakit berat."

    Untuk itu saat ini sedang disusun draft perubahan PP 14 tahun 1993 tentang jaminan sosial oleh kementrian.

    Direktur PT Jamsostek Hotbonar S menyatakan masih sedikitnya peserta JPK karena perusahaan diperbolehkan mengikuti asuransi kesehatan
    diluar Jamsostek.

    "Aturannya, wajib mengikuti tiga program, satu program bisa dengan asuransi lain, kebetulan pilihannya banyak asuransi kesehatan diluar
    jamsostek."

    Dia sendiri mengatakan dengan kondisi saat ini pelayanan kesehatan masih belum bisa diperbaiki sehingga perlu ada perubahan aturan yakni
    menaikan iuran JPK dua kali lipat dari PTKP.

    "Tetapi meski naik dua kali lipat, maksimal peningkatan dana kesehatan hanya sekitar 30% saja," tegas dia.

    Dia menjamin, jika direalisasikan, paling lambat tahun 2011, maka Jamsostek siap menjamin pelayanan kesehatan penyakit berat seperti
    cuci darah,kanker atau jantung.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus