Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Jamsostek Tunda Rencana Ambil Alih Bukopin

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/hotbonarjamsostek.jpg

    Bandung- PT Jamsostek akhirnya mengurungkan niat untuk mengambil alih Bank Bukopin setelah sejumlah opsi yang ditawarkan mentah ditengah jalan.

    Direktur Utama PT Jamsostek Hotbonar Sinaga menyatakan keinginan Jamsostek menguasai Bank Bukopin dengan cara penyertaan modal untuk sementara waktu dibekukan terlebih dulu hingga batas waktu yang belum ditentukan.

    "Kami masih perlu melihat terlebih dulu situasi perekonomian nasional ke depan. Tetapi tidak menutup kemungkinan pembekuan dicairkan kembali," kata Hotbonar di Bandung, Senin (28/3).

    Semula untuk penyertaan modal ke Bank Bukopin ini Jamsostek telah menyiapkan dana senilai Rp 800 miliar. Penyertaan modal itu rencananya untuk digunakan sebagai dana cadangan perumahan bagi peserta Jamsostek melalui Program PUMP.

    “Rencana mengambil alih Bank Bukopin ini di antaranya adalah untuk mempermudah penyaluran kredit perumahan (KPR) maupun sektor makanan yang akan dilakukan oleh Jamsostek. Nasabah sekaligus peserta Jamsostek bisa menikmati KPR dari Bank Bukopin.”

    Selain itu KPR tersebut bisa diakses melalui Badan Layanan Umum (BLU) Kementerian Perumahan Rakyat. Penyaluran KPR ini berbeda dengan penyediaan uang muka perumahan yang telah dilakukan oleh Jamsostek.

    Menurut Hotbonar  penyediaan uang muka perumahan bagi anggota Jamsostek berbunga sebesar 6 % dengan jangka waktu selama 10 tahun.

    Namun demikian, meski rencana mengambil alih Bank Bukopin dihentikan sementara bukan berarti keinginan menyalurkan KPR melalui bank tersebut dibatalkan. Dia menegaskan penyaluran kredit perumahan peserta Jamsostek masih bias dilakukan melalui Bukopin.

    "Rencana tetap dijalankan tanpa perlu masuk ke Bank Bukopin," tegas Hotbonar.

    Kerja sama dalam hal penyaluran KPR telah dilakukan bersama sejumlah bank lainnya. Hotbonar mengatakan yang terpenting dari kerja sama dengan perbankan ini adalah manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat.

    Menyinggung kemungkinan membeli saham Bank Bukopin, Hotbonar menyebutkan hal itu belum memungkinkan. Pasalnya, saham yang dilepas melalui right issue tentunya diprioritaskan untuk pemegang saham yang telah ada.

    "Sementara Jamsostek bukan pemilik saham. Jadi Jamsostek hanya bisa membeli saham Bank Bukopin kalau ada pemegang saham yang tidak berminat," jelas Hotbonar. Kalaupun nanti ada saham Bank Bukopin yang dilepas, lanjut Hotbonar, Jamsostek masih melihat nilai sahamnya.

    Dia juga menyatakan opsi lain yakni melirik bank lain selain Bukopin. “Beberapa bank bahkan sudah dating menawarkan diri, tetapi nanti dulu lah, Bukopin dulu, mungkin nanti saja,” pungkas dia.  Guh
     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus