Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    KKP Bagikan 48,8 Ton Ikan di Jabar

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_19865.jpg

    KOTA BANDUNG–Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat membagikan sebanyak 48,8 ton produk ikan beku kepada masyarakat di Pusdai, Jl. Diponegoro No. 63, Kota Bandung, Jumat (4/11/16). Pembagian ikan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan konsumsi ikan.

    Ikan yang dibagikan pada kesempatan ini merupakan produk ikan beku jenis Makarel Pasifik. Sebanyak 48,8 ton atau dua dari sebelas container ikan ini merupakan hasil sitaan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan melalui Bea Cukai Tanjung Priok yang rencananya akan diselundupkan ke berbagai negara. Bekerjasama dengan Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), hasil sitaan ini dimanfaatkan oleh KKP dalam rangka meningkatkan asupan gizi masyarakat untuk mendukung program Gemarikan di Jawa Barat.

    Bantuan ini pun diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar bersama Kepala BKIPM Rina, dan Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP RI Nilanto Prabowo.

    Wakil Gubernur Deddy Mizwar mengatakan pihaknya kini terus berupaya untuk mendorong konsumsi protein hewani, salah satunya melalui konsumsi ikan. Menurut Deddy, perotein yang terkandung dalam ikan lebih baik dibanding daging sapi, sehingga mengkonsumsi ikan penting bagi pertumbuhan generasi muda bangsa. Deddy pun mengaitkan hal tersebut dengan Bonus Demografi yang akan diraih Indonesia pada tahun 2020 – 2035 dimana 64% penduduk Indonesia berusia produkstif (15 – 30 tahun).

    “Kita akan upayakan terus. Konsumsi ikan kita masih rendah dan perlu untuk ditingkatkan kembali. Ini saya kaitkan dengan Bonus Demografi sangat penting. Jangan sampai kita kehilangan generasi (lost generation) karena kekurangan protein hewani generasi kita,” ungkap Wagub usai acara.

    “Jadi mari kita makan ikan. Setelah itu baru nyusul makan daging kambing, karena daging kambing juga bagus, lebih bagus dari daging sapi. Dan salah kalau daging kambing menyebabkan darah tinggi,” tambahnya.

    Kepala BKIPM Rina mengatakan bahwa ikan yang dibagikan untuk program Gemarikan Jabar ini sebelumnya telah dipastikan mutu dan kesehatannya oleh KKP dalam hal ini BKIPM selaku otoritas kompeten.

    “BKIPM telah melakukan pemeriksaan terhadap kesehatan dan mutu ikan. Hasil pemerikasaan terhadap mutu ikan jenis Makarel ini menyatakan bahwa ikan-ikan tersebut sehat dan aman untuk dikonsumsi,” tutur Rina dalam acara penyerahan bantuan ikan ini.

    Sementara itu, Dirjen PDSPKP Nilanto Prabowo menjelaskan bahwa program Gemarikan ini bertujuan untuk mengakselerasi peningkatan konsumsi ikan masyarakat dan dalam pelaksanaannya melibatkan seluruh elemen bangsa.

    “Program Gemarikan ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor Tujuh/Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Industri Perikanan Nasional, yang menugaskan Menteri Kelautan dan Perikanan untuk meningkatkan konsumsi ikan nasional, sehingga perlu dukungan kementerian dan lembaga terkait maupun elemen masyarakat lainnya,” tukas Nilanto dalam acara ini.

    Sebanyak 24 ton ikan yang dibagikan ini diberikan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan dan Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, UPTD Dinsos Jabar, Yayasan/Panti Asuhan binaan Rumah Zakat, Ponpes Al-Quran Al-Falah di Kabupaten Bandung, Yayasan Darulfalah Cijati di Kabupaten Majalengka, Yayasan Panti Asuhan Amanah Bunda Buah Batu di Kota Bandung, dan Yayasan Ponpes Anak Yatim Nurul Huda Ciumbuleuit di Kota Bandung. Sedangkan 24 ton lainnya akan diberikan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jabar, Biro Pelayanan Sosial Dasar Sekda Provinsi Jawa Barat, dan Pusdai Jabar.

    Melalui pembagian ikan ini diharapkan tingkat konsumsi ikan di Jawa Barat bisa meningkat dari 25,88% pada tahun 2015 menjadi 26,81% pada tahun 2016.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus