Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Rapat DP-Kab Subang Belum Berhasil

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_19896.jpg

    SUBANG–Rapat Dewan Pengupahan Kabupaten (DP-Kab) Subang tidak menemui titik temu, terutama dari pihak perwakilan buruh yang tidak bersedia menandatangani hasil Rapat DP-Kab yang memutuskan melakukan hasil survei harga kebutuhan pokok.

    Ketidaksetujuan buruh ialah keputusan rapat yang menetapkan hasil survei Tim DP-Kab hanya dijadikan bahan pertimbangan Upah Minimum Kabupaten (UMK) selama Peraturan Pemerintah (PP) No. 78 tahun 2015 tentang Pengupahan masih berlaku. Sedangkan buruh menghendaki hasil survei dijadikan acuan dalam menetapkan UMK.

    Rapat tersebut dihadiri oleh Plt Bupati Subang, Imas Aryumningsih dengan didampingi Kapolres Subang, AKBP Yudhi Sulistianto Wahid dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker) Kab Subang serta unsur perwakilan DP-Kab dari perguruan tinggi dan buruh. Berlangsung di Ruang Rapat Bupati Subang, Senin (7/11).

    Dalam rapat DP-Kab diputuskan membentuk tim survei yang terdiri dari masing-masing perwakilan. Tim tersebut akan mulai bekerja pda Rabu (9/11) untuk melakukan survei harga ke Pasar Pamanukan, Pasar Cipeundeuy dan Pasar Kalijati.

    Kemudian ratusan buruh yang menunggu di halaman Kantor Pemda Subang mengungkapkan kekecewaannya dengan berorasi mereka tetap menginginkan pencabutan PP No. 78 Tahun 2015. Mereka mengancam akan melakukan aksi demo besar-besaran.

    Kemudian Kapolres Subang memberikan pengertian kepada buruh supaya mereka tetap mengikuti hasil Rapat DP-Kab dan mematuhi PP No. 78 tahun 2015.

    “Mohon… mohon.. mohon kepada saudara-saudara (buruh) semua untuk mematuhi aturan. PP (No. 78 tahun 2015) itu harus dibubarkan dulu. Karena yang membentuk (PP No. 78) itu presiden. Presiden kita. Ada pertimbangannya," ujarnya.

    Kata Kapolres pihaknya pun ikut mengawal upaya survei supaya tetap kondusif untuk semua pihak. Oleh karena itu kepada semua pihak khususnya buruh supaya memberikan kesempatan kepada tim untuk bekerja dan tidak melakukan aksi demo dulu.

    “Kalau (melakukan aksi demo) hari ini silahkan. Tetapi kalau besok akan saya bubarkan,” tegasnya.

    Akhirnya para buruh membubarkan diri dengan tertib dengan pengawalan dari anggota Polres menuju tempatnya masing-masing.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus