Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    HUT Muhammadiyah Subang

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_20092.jpg

    SUBANG-Pemerintah Kabupaten Subang sangat mengapresiasi pada peranan Muhammadiyah sebagai organisasi massa yang tanggap pada permasalahan masyarakat. Diantaranya ketika terjadi bencana di Sukakerti Cisalak yang langsung menurunkan personil Manajemen Penanganan Bencana.

    "Padahal kami - pemerintah Kabupaten Subang belum memiliki Badan Penanganan Bencana tetapi Muhammadiyah pertama kali turun dengan personil dari berbagai daerah membantu masyarakat yang tertimpa bencana," ujar Asisten Tata Praja, Asep Nuroni saat memberikan sambutan atas nama Plt Bupati Subang pada HUT ke-107 H atau 104 M Muhammadiyah tingkat Subang di Sekolah Muhammadiyah Subang, Sabtu (19/11).

    Kemudian kata Asep peranan Muhammadiyah tidak bisa dianggap kecil dalam pembangunan di Kabupaten Subang,

    Oleh karena itu pihaknya merasa bangga karena bisa bersilaturahim. Disambut dengan kesenian dan budaya.

    "Ini artinya Muhammadiyah bisa menjaga generasi penerus dengan budaya dan kearifan lokal," ujarnya lagi.

    Kemudian kata Kabupaten Subang telah mendapat kepercayaan penting dari pemerintah diantaranya dipercata sebagai lokasi Pembangunan Pelabuhan Internasional di Patimbang Pusakanagara.

    Dengan dibukanya pelabuhan maka akan makin terbuka pengaruh budaya dari luar. Maka perlu ada penyaringannya supaya sesuai dengan budaya Indonesia.

    “Muhammadiyah bisa membantu menjaga karakter atas adanya pembangunan proyek besar di Kabupaten Subang,” imbuh Asep.

    Ketua Pimpinan Daerah Muhmmadiyah Subang, Aep Saefullah dalam sambutannya menyampaikan tentang perjuangan Muhammadiyah di Subang mengalami pasang surut.  Dia menyebut peran Muhammadiyah itu kecil tetapi besar. Gerakan Muhammadiyah seperti gerakan “Garam dan Gula”. Makanya terlihat kecil tetapi besar peranannya.

    “Karena Muhammadiyah seperti garam dan gula. Artinya perannya kecil tetapi ketika tidak ada senantiasa dicari,” ujarnya.

    Kemudian Ketua PWM Jawa Barat Drs. H. Karman, M.Ag, membenarkan bahwa perjuangan Muhammadiyah senantiasa mengalami pasang surut. Untuk dirinya perlu mengingatkan kembali misi Muhammadiyah yaitu keteladanan menerjemahkan ayat-ayat dalam perilaku.

    “Menyampaikan risalah secara visual. Mengedepankan contoh. Karena produk budaya lebih efektif ketimbang nilai,” ujar Karman.

    Misi ini telah dibuktikan dengan melakukan pendekatan kesejahteraan. Sebab Islam itu adalah Rahmatan lil ‘alamin.

    Peringatan HUT Muhammadiyah diisi dengan pawai ta’aruf mengitari Kota Subang.

    Kegiatan ini diisi dengan berbagai penampilan tarian dan aksi bela diri yang dibawakan oleh siswa-siswi Muhammadiyah Subang.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus