Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Gubernur Jabar Sampaikan Nota RAPBD Provinsi Jabar Tahun 2017

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_20255.jpg

    BANDUNG-Gubernur Jabar menyampaikan nota RAPBD Provinsi Jabar tahun 2017. Penyampaian nota tersebut disampaikan dalam sidang paripurna DPRD Jabar, Kamis (1/12).

    Adapun hal-hal yang disampaikan Gubernur meliputi : perkiraan pendapatan daerah diperkirakan sebesar Rp.30,540 trilyun, meningkat sebesar Rp.3,734 trilyun atau sebesar 13,93% dibandingkan dengan target APBD murni tahun 2016 sebesar Rp.26,806 trilyun lebih.

    Pendapatan tersebut bersumber dari beberapa aspek. Pertama, PAD diperkirakan sebesar Rp.16,524 trilyun, meningkat sebesar Rp.343,915 milyar lebih atau 2,31% dibandingkan target APBD murni 2016 sebesar Rp.16,180 trilyun lebih.

    Kedua, dana perimbangan diperkirakan sebesar Rp.13,987 trilyun, mengalami peningkatan sebesar Rp.3,392 trilyun atau naik 32,02% dibandingkan target APBD murni tahun 2016 sebesar Rp.10,594 trilyun lebih.

    Ketiga, lain-lain pendapatan yang sah diperkirakan sebesar Rp.29,690 milyar, mengalami penurunan sebesar Rp.2,042 milyar atau turun 6,44% dibandingkan target pada APBD murni tahun 2016 sebesar Rp. 31,733 milyar lebih.

    Gubernur, dalam nota pengantar RAPBD tahun 2017 juga mengungkapkan rencana belanja daerah. Menurutnya, belanja daerah diperkirakan sebesar Rp.32,429 trilyun lebih. Belanja daerah diprioritaskan pada RPJMD 2013-2018, RPJMN 2015-2019 dan prioritas pembangunan : common goals, tematik kewilayahan Jabar 2013-2018, tematik metropolitan dan pusat pertumbuhan Jabar, janji Gubernur 2013-2018,  sustainable depelopment goals dan good governance.

    Prioritas belanja daerah berikutnya : fungsi pendidikan 20% dari total belanja, fungsi kesehatan 10% dari total belanja, bantuan keuangan Kabupaten/Kota, bantuan desa, hibah, bansos dan subsidi, DAK, dana bagi hasil cukai hasil tembakau dan bantuan BOS pusat serta pelaksanaan alih kelola sesuai perubahan kewenangan konkuren Pusat-Provinsi-Kabupaten/Kota.

    Beberapa hal yang dinilai penting dalam RAPBD tahun 2017, pendukungan persiapan rencana Pilkada serentak, pendukungan dan penuntasan kegiatan unggulan Provinsi, pemberian penghargaan kepada insan olahraga, BPMU untuk SMA/SMK sudah terpenuhi selama 12 bulan,  pembangunan rumah sakit dan pengadaan alat kesehatan, pembangunan dan revitalisasi dan pengadaan sarana prasarana Puskesmas serta pembangunan Mesjid Raya al Jabbar.

    Hal yang dinilai penting berikutnya dalam RAPBD tahun 2017 : pemenuhan Jamkesmas, infrastruktur dan kinerja aparatur desa, pemenuhan cadangan pangan, rehabilitasi rutilahu perkotaan dan perdesaan, pembangunan unit sekolah baru dan ruang kelas baru serta pembangunan /rehabilitasi infrastruktur strategis untuk mendukung perekonomian.

    Sementara untuk pos pembiayaan SILPA di RAPBD Provinsi Jabar mencapai Rp.2,2 trilyun serta untuk kebijakan pengeluaran pembiayaan Pemprov. Jabar akan melaksanakan pemenuhan kewajiban penyertaan modal sebesar Rp.311,875 milyar.

    Gubernur, dalam bagian lain keterangannya memaparkan, volume APBD Provinsi Jabar sebesar Rp.32,740 trilyun, meningkat sebesar Rp.3,334 trilyun atau naik sebesar 11,34% dibandingkakan volume APBD murni 2016 sebesar Rp.29,406 trilyun.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus