Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Diskimrum Jabar Gelar Sosialisasi Perda Pengendalian KBU

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_20452.jpg

    BANDUNG-Diskimrum Jabar, dengan telah diterbitkannya Perda Nomor 2 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengendalian Kawasan Bandung Utara (KBU) sebagai kawasan strategis Provinsi Jabar, di akhir tahun 2016 menggelar kegiatan sosialisasi atas Perda tersebut.

    Sosialisasi Perda Nomor 2 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengendalian KBU sebagai kawasan strategis Provinsi Jabar, yang berlangsung Kamis sore (15/12) diikuti oleh perwakilan aparatur pemerintah, mulai dari OPD di lingkungan Pemprov. Jabar, aparatur Pemkab/Pemkot di wilayah KBU, serta Camat dan Lurah/Kades dari wilayah KBU.

    Hal demikian, diungkapkan Kadis Kimrum Jabar, Bambang Irianto, dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis sore (15/12).

    Bambang, lebih lanjut memaparkan sosialisasi Perda Nomor 2 Tahun 2016 dimaksudkan agar seluruh aparat di semua jenjang pemerintahan memiliki wawasan dan pemahaman yang sama untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan di kawasan KBU.

    Dengan adanya pemahaman yang sama untuk menjaga lingkungan di kawasan KBU, segala kegiatan yang melanggar dari ketentuan sebagaimana diamanatkan dalam Perda Nomor 2 Tahun 2016 dapat terdeteksi lebih awal.

    Sementara itu, Kabid Tata Ruang Diskimrum Jabar, Bobby Subroto dalam keterangannya secara terpisah mengatakan dengan diterbitkannya Perda Nomor 2 Tahun 2016, kini sudah disiapkan perbaikan lingkungan di kawasan KBU.

    Perbaikan lingkungan di KBU, sejalan dengan isi Perda Nomor 2 Tahun 2016 akan segera dibuat Ruang Terbuka Hijau (RTH) Abadi.

    RTH abadi, dalam teknis pembuatannya akan dibuat dalam beberapa zona. Dari sisi kondisi wilayah, RTH abadi dibuat di wilayah dengan ketinggian 1.000 meter persegi.

    RTH abadi di KBU, akan dibuat di zona L1 dan L2. Untuk zona L1, zona yang dibuat merupakan zona konservasi atau lindung utama, yang meliputi kawasan lindung, kawasan hutan lindung, hutan konservasi, Taman Hutan Raya (Tahura) Juanda, TWA Tangkuban Parahu, Cagar Alam Tangkuban Parahu, kawasan Observatorium Boscha, koridor 250 meter kiri kanan Sesar Lembang, Kawasan rawan bencana III Gunung Tangkuban Parahu, sempadan sungai dan situ, radius 50 meter dari mata air, serta lahan dengan kelerengan 40% atau lebih.

    Sementara untuk zona L2, ujar Bobby dibuat untuk beberapa lokasi yaitu kawasan hutan masyarakat, kawasan rawan bencana I dan II Gunung Tangkuban Parahu serta kawasan perdesaan dengan fungsi resapan air tinggi. (NR)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus