Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Kejati Jabar dan BTN Tandatangani MoU

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_20458.jpg

    BANDUNG-Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat bersama dengan PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mengadakan perjanjian kerja sama (MoU/memorandum of understanding) terkait Penanganan Masalah Hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara. Penandatanganan perjanjian kerja sama ini berlangsung di Hotel Grand Panghegar Bandung, Jumat (16/12/16).

    Penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Barat Setia Untung Arimuladi, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Djuweriyah Makmun, Asisten Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, Imanuel Zebua, Kepala Wilayah I PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Sri Rejeki, MS.

    Sri Rejeki selaku Kepala Wilayah I PT. Bank Tabungan Negara, menyampaikan rasa terima kasih atas terjalinnya perjanjian kerja sama ini. "Ada beberapa hal yang menjadi perhatian kita dalam perjanjian kerja sama ini, di antaranya dibutuhkan pendampingan dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dalam hal somasi, penagihan dan pendampingan hukum, kami berharap ke depan para pihak bisa saling berkomunikasi dan berkoordinasi terkait pelaksanaan tugas", sampainya saat memberikan sambutan dalam acara tersebut.

    Senada dengan Sri Rejeki, Kajati Untung juga menyampaikan beberapa hal terkait dengan pelaksanaan perjanjian kerja sama tersebut. Dengan terlaksananya penandatanganan MoU ini semoga dapat memberi berkah dan manfaat.

    Lanjut Kajati, "Ada tugas-tugas dalam MoU ini kami siap membantu manakala pihak BTN meminta pencerahan dari sisi hukum dan pencegahan, kemudian silahkan manfaatkan MoU ini dengan sebaik-baiknya apabila BTN memerlukan pendampingan atau meminta pendapat hukum terkait pemberian kredit dalam jumlah besar dan agar prosesnya tidak ada yang menyimpang, karena tidak sedikit bank-bank yang memberikan kredit tetapi ada proses dan prosedur yang dilanggar sehingga terjadi perbuatan pidana disitu".

    Kajati juga mengantisipasi hal-hal yang bisa menjadi penghambat ke depannya. "Masalah-masalah yang dihadapi harus dilakukan inventarisir, nanti kita duduk bersama, saya tidak mau kegiatan MoU hari ini hanya dijadikan seremonial saja, harus ada input dan outputnya, saya ingin ada progress. "Saya akan tagih progressnya bila tidak ada progress dan hanya seremonial saja saya akan cabut MoUnya" tukas Kajati Untung.

    Kajati juga menyampaikan Kejati Jabar khususnya Jaksa Pengacara Negara (JPN) akan memberikan pelayanan yang prima kepada BTN sebagai stakeholder, dari pihak BTN juga diharapkan pro aktif dalam berkomunikasi dengan pihak JPN.

    Terakhir Kajati menghimbau kepada semua hadirin untuk melaporkan jika ada oknum yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan hubungan kerja sama ini untuk kepentingan pribadi. "Jika ada gangguan siapapun yang mengatasnamakan Kejaksaan atau Pejabat Kejaksaan tinggal diklarifikasi, saya sudah meluncurkan program layanan Call Center 1x24 Jam dengan nomor 0817 200 665, silahkan masyarakat memanfaatkan layanan ini, bantu kami untuk menjadi lebih baik lagi". (NR)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus