Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Tim WHO Tinjau Subang, Ingin Hapus Kusta

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_20463.jpg

    SUBANG-Jumat (16/12/2016) Pukul 09.00 WIB Bertempat di Ruang Rapat Bupati II dilaksanakan Audiensi Tim WHO Kementerian Kesehatan RI dan Ambasador Leprosy menanggulangi Kusta dengan Pemerintah Kabupaten Subang Dalam dukungan elimen Kusta Tahun 2016. 

    Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Subang Drs.H.Abdurakhman M.Si, Asda I H.Asep Nuroni S.Sos M.Si,  Plt Kepala Dinas Kesehatan Kab.Subang H.Sumasna S.T M.Mum,  Perwakilan Kepala SKPD dan Camat se Kab.Subang. dan turut hadir Mr Yohei Sasakawa Chairman WHO Goodwill Ambasador For Leprosy Elimination, Mr Tatsuya Tanami Executive director. Prof Dr.Tjandra Yoga Sp.P (K) National Leprosy Programme manager, Dr.Rita Jupuri Kepala Subdit P2 Penyakit tropis menular langsung Kementerian RI, dr.Tiara Pakasi M.Kes Kepala Seksi P2 Penyakit tropis Menular langsung Kesehatan RI, Ms.Aya Tobiky Programme officer international division sasakawa memorial health fundation, Mr Masahiro Hitaka Staf Nippon Foundation team, Ms Natsuko Suzuki Press Officer and fotografer. 

    Sekretaris Daerah Kab.Subang Drs.H.Abdurakhman M.Si dalam sambutannya menyampaikan, bahwa penyakit kusta masih menjadi permasalahan di masyarakat terutama di Kab.Subang, Penyakit Kusta memiliki dampak sosial akibat dari cacat yang ditimbulkan. Masih banyak masyarakat yang kurang pengetahuannya dan adanya pernyataan yang keliru terhadap penyakit kusta, juga petugas medis kurang responsiv terhadap deteksi dini penyakit kusta, ujarnya.

    Di Kab.Subang menunjukkan angka penemuan kasus yang cukup tinggi, begitu juga dengan beban kecacatan di Kab.Subang cukup tinggi berkisar 10-11 persen dari seharusnya kurang dari 5 persen. Melihat endemis yang tinggi dengan sumber penularan yang tinngi Perlu deteksi dini sehingga tidak terjadi kecacatan, ujarnya.

    Pengendalian tidak bisa dilakukan oleh dinas kesehatan saja, tetapi dibutuhkan dukungan dari SKPD dan masyarakat di Kab.Subang, tambahnya. 

    selanjutnya Chairman WHO Goodwiil Ambasador For Leprosy Mr.Yohei Sasakawa menyampaikan Kab.Subang memiliki endemik penyakit kusta, dan harus berjuang keras untuk mengeliminir jumlah penyakit kusta yang terjangkit. Kedatangannya ke Subang adalah untuk memikirkan bersama untuk mencegah terjadinya penyakit kusta, jelasnya. 

    Penyakit ini bisa dihilangkan dengan semangat dan kesadaran dini, dibutuhkan semangat dan upaya untuk mencegah penyakit kusta, Mr.Yohei Sasakawa mendukung upaya pemerintah indonesia dalam mengurangi penularan penyakit kusta. 

    Kementerian Kesehatan masih banyak memiliki keterbatasan Sumber Daya Manusia dan keterbatasan anggaran, dibutuhkan Komitmen Bersama untuk memberantas penularan penyakit kusta. 

    Selanjutnya sekretaris Dinas Kesehatan Dr.Hj.Dwinan Marchiawati Mars Memaparkan situasi kusta serta kegiatan pengendalian dan penanggulangan dalam upaya eliminasi kusta di kabupaten Subang. Adapun Kegiatan intensifikasi Case fainding (ICF) sasarannya pada 18 puskesmas di 75 Desa 150 lokasi . 

    Kegiatan pencegahan kecacatan pada kusta berupa pengobatan MDT sampai RFT, deteksi dini adanya reaksi dengan pemeriksaan fungsi syaraf secara rutin, Penatalaksanaan Reaksi, kegiatan penyuluhan mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam pencegahan dan pengendalian penyakit kusta, mengajarkan dan memotivasi untuk melakukan perawatan diri, Menggunakan alat bantu untuk mencegah bertambahnya kecacatan. Hal-hal demikian merupakan Komitmen Kita bersama untuk mendukung eliminasi kusta memperbaiki masa depan indonesia, tutur Hj.Dwinan.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus