Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Adat Ngaruas di Ciawi

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_20469.jpg

    CIAWI-Dengan menggunakan pakaian adat Sunda, sebelas Kepala Desa yang ada di lingkungan Kecamatan Ciawi Kab.Tasikmalaya masing-masing membawa air yan berasal dari sumber mata air di desanya. Mereka membawa air dengan menggunakan "ruas bambu" sebagaimana digunakan penduduk setempat pada jaman lalu, dan air dalam ruas bambu itu dikumpulkan di Kantor kecamatan Ciawi untuk dimasukan ke dalam gentong yang kemudian disimpan di kantor kecamatan.

    Itulah prosesi "ngaruas" yang dilakukan oleh sebagian masyarakat Ciawi pada Sabtu (17/12) bertempat di Halaman Kantor Kecamatan Ciawi Kab.Tasikmalaya.

    Menurut Ketua Panitia pementasan Seni Budaya "Ngaruas", Fitri, bahwa budaya ngaruas ini akan terus dilakukan dan dikembangkan sebagai bagian dari adat kebiasaan masyarakat Ciawi.

    Menurutnya, Adat Ngaruas ini merupakan simbol terciptanya persatuan dan kesatuan masyarakat Ciawi yang disimbolkan dengan air yang dibawa oleh 11 kades. Kemudian, air itu dimasukan semuanya atau disatukan kedalam suatu "gentong terbuat dari kuningan", dan nantinya disimpan di Kantor Kecamatan Ciawi, inilah simbol persatuan dan kesatuan masyarakat Ciawi, ujar Fitri.

    Selain prosesi "ngaruas", juga dilakukan acara-acara pentas seni dan budaya masyarakat Ciawi yang akan berlangsung selama dua hari (Sabtu-Minggu). Setiap desa akan menampilkan kesenian terbaiknya, jelas Fitri.

    Fitri berharap, bahwa kedepannya adat "ngaruas" ini akan lebih meriah dan dikembangkan tidak saja dalam skala kecamatan, tetapi lebih luasnya tingkat kabupaten. Dalam kesempatan gelaran budaya ngaruas ini, hadir perwakilan dari Pemprov.Jabar yang diwakili salah satu pejabat dari BKPP Wil.IV Priangan, Kadisparbud Kab.Tasikmalaya, Muspika Kec.Ciawi dan masyarakat sekitar kantor kecamatan.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus