Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Hari Ibu ke-88, Jabar Terus Kampanyekan “Tiga Akhiri”

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_20570.jpg

    BANDUNG–Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berkomitmen memberikan perlindungan kepada kaum perempuan dan anak. Saat ini jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terus meningkat, sehingga untuk menangani hal tersebut perlu peran serta seluruh komponen bangsa.

    Dalam Upacara Peringatan Hari Ibu ke-88 di Halaman Depan Gedung Sate, Jl. Diponegoro No. 22, Kota Bandung, Kamis (22/12/16), Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengajak semua komponen masyarakat agar bisa berpartispasi dalam mengkampanyekan “Tiga Akhiri”, yaitu (1) Akhiri perdagangan manusia, (2) Akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta (3) Akhiri hambatan keadilan ekonomi bagi seluruh perempuan di Jawa Barat.

    “Perempuan dan anak maju, Jawa Barat kuat. Perempuan dan laki-laki setara, Jawa Barat berdaya saing. Keluarga harmonis, masyarakat sejahtera,” pekik Wagub dalam sambutannya dalam acara yang dirangkaikan pula denga peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) dan Hari Disabilitas Internasional (HDI) Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2016.

    Kekerasan dan perdagangan orang (human trafficking) menjadi salah satu perhatian sangat serius dari pemerintah. Wagub mengatakan, bahwa korban terbesar dari kasus kekerasan dan perdagangan orang – baik yang terlaporkan atau tidak adalah perempuan dan anak. Maraknya kekerasan, khususnya kejahatan seksual terhadap anak menjadi permasalahan bangsa yang harus segera dituntaskan oleh semua kalangan.

    “Kekerasan pada perempaun dan anak menjadi fokus kita sekarang disamping menekan kematian ibu dan bayi, kemudian kesetaraan. Kekerasan artinya tidak setara, ini yang sekarang coba kita bangun,” ungkap Wagub usai acara.

    Untuk mengatasinya, menurut Wagub, perlu ada peran serta dari masyarakat. Masyarakat diminta segera lapor ke pihak yang berwenang apabila di daerahnya terjadi tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.

    “Upaya masyarakat juga diperlukan, artinya pengaduan atau segala macam. Termasuk perempuan itu sendiri, termasuk tetangganya. Jadi kalau dilaporkan jangan sampai terjadi lagi, ada efek jera kan buat para pelaku kekerasan itu. Tapi kalau dilakukan tidak ada hukuman sama sekali, tidak ada laporan sama sekali kan juga susah. Jadi partisipasi masyarakat juga kita perlukan,” papar Wagub.

    Wagub juga menambahkan, pentingnya ketahanan keluarga dalam menjaga sendi-sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Apabila dicermati maraknya persoalan dan kompleksitas masalah-masalah sosial, seperti kekerasan, trafficking, pornografi, infeksi menular seksual, dan HIV/Aids, narkoba, kriminalitas, dan lainnya disebabkan karena runtuhnya pondasi ketahanan dalam keluarga.

    “Untuk itu, ketahanan keluarga harus lebih diperkuat, melalui penanaman nilai-nilai budi pekerti serta iman, dan takwa sebagai pilar utama pendidikan formal dan karakter dalam keluarga,” tutur Wagub.

    Disamping itu, pemerintah pun terus mendorong agar perempaun dan laki-laki juga mempunyai kesempatan askes, serta peluang yang sama sebagai sumber daya pembangunan. Sama dengan kaum laki-laki, perempuan memiliki peran dan kedudukan dalam mencapai tujuan negara, serta di dalam memperjuangkan kesejahteraan di semua bidang pembangunan, seperti bidang pendidikan, ekonomi, sosial, politik, dan hukum.

    Peringatan Hari Ibu tahun ini mengambil Tema: “Kesetaraan Laki-Laki dan Perempuan untuk Mewujudkan Indonesia yang Bebas dari Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, Perdagangan Orang, dan Kesenjangan Askses Ekonomi terhadap Perempuan. Untuk itu, pada kesempatan ini dilakukan Deklarasi Penurunan Angka Kematian Anak dan Ibu di Jawa Barat yang melibatkan berbagai pihak, termasuk para akademisi.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus