Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Di Rapat Kominda, Deddy Ingatkan Isu Terkini

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_20704.jpg

    BANDUNG-Penyelenggaraan kententraman, dan ketertiban umum, merupakan bagian dari tugas - tugas umum Pemerintahan yang sangat berpengaruh pada pelayanan umum yang dilaksanakan baik oleh Pemerintah, Pemerintah Provinsi, maupun Pemerintah Kabupaten/ Kota.

    Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan, sebagai Provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, juga berbatasan langsung dengan Ibu Kota, serta memiliki berbagai objek vital berskala nasional, regional, maupun internasional. Maka di Jawa Barat, penyelenggaraan Kententraman, dan ketertiban umum menjadi sebuah keniscayaan.

    "Meskipun sejauh ini kondisi wilayah Jawa Barat masih dapat dikatakan relatif kondusif. Namun tidak juga dipungkiri Jawa Barat memiliki potensi - potensi gangguan ketentraman dan ketertiban umum, yang perlu diwaspadai. Diantaranya yang berterkaitan dengen penyusupan oleh kelompok ekstrim radikal, yang mengarah pada tindakan teror destruktif kepada institusi, atau fasilitas publik," Ungkap Wagub Deddy Mizwar, pada Rakor Komunitas Intelejen Daerah (Kominda) Kab/ Kota Se -Jawa Barat, di Grand Preanger Hotel, Jl. Asia Afrika No. 81 Bandung, Rabu (28/12/2016).

    "Sekarang ekstrimis, teroris, kelompok radikal, kemaren ditangkap lagi di daerah Purwakarta, kemudian izin ormas asing boleh berdiri, bebas visa, selain peluang- peluang ekonomi juga ada ancaman- ancaman saya kira ini harus diwaspadai lebih jauh," Sambungnya.

    Berkaitan dengan terorisme, Deddy mengatakan bahwa tidak kita pungkiri Jawa Barat masih diperhitungkan sebagai salah satu basis gerakan terorisme di Indonesia. Hal ini diperkuat dengan ditangkapnya beberapa orang di sejumlah lokasi yang diduga terlibat jaringan terorisme di Jawa Barat.

    Oleh sebab itu kepedulian terhadap orang asing, penduduk tidak tetap, serta lokasi yang memiliki potensi kerawanan di lingkungan sekitarnya perlu terus dikembangkan, sebagai usaha mempersempit ruang gerak terorisme.

    Pada saat yang sama diperlukan pula penguatan peran Kominda untuk menghimpun informasi - informasi intelejen terkait aktivitas- aktivitas terorisme.

    "Di Jawa Barat selain masalah teroris yang kemarin juga ada warga negara asing dari Cina juga bawa cabe berbakteri. Nah ini maksudnya apa, perlu diwaspadai ini?" Ujar Deddy.

    Terkait Pilkada, Deddy menyatakan bahwa di Jawa Barat belum ada isu yang bergejolak, "kita belum terlalu ramai, tetapi daerah yang berbatasan Jakarta, dimana Pilkada DKI beritanya lebih heboh dadi Pemilihan Presiden Amerika kan. Ini kemana - mana sampai kerukunan umat beragama kan," Imbuhnya.

    Sementara terkait kerukunan umat beragama itu sendiri, Deddy menyatakan bahwa hal tersebut belakangan perlu juga menjadi perhatian bersama. Karna jumlah penduduk dan jumlah umat beragama begitu besar di Jawa Barat. Tidak menutup kemungkingan berpotensi menimbulkan terganggunya kerukunan antar umat beragama.

    Isu yang meresahkan belakangan kata Dia, diantaranya pembangunan rumah ibadah tak berizin, isu penistaan agama, serta singgungan antar organisasi keagamaan.

    "Kalau tidak diwaspadai, tidak diantisipisasi lebih awal oleh Kominda di Jawa Barat serta yang ada di Kabupaten/ Kota saya kira ini satu ketika bisa meledak," Ujar Deddy.

    Oleh karena itu, sambung Deddy, Rapat koordinasi Kominda ini, diharapkan menjadi wahana strategis dalam upaya meningkatkan kualitas komunikasi, koordinasi, dan kerjasama satuan intelegen yang ada di daerah, untuk terus meningkatkan keamanan, ketertiban, dan kondusifitas daerah Provinsi, dan Kabupaten/ Kota, serta menggalang solidatitas diantara unsur aparatur yang tergabung dalam Komunitas Intelejen Daerah (kominda) yang ada di Jawa Barat.

    "Kenapa ada rapat koordinasi ini? untuk supaya ada sinergitas yang semakin baik, koordinasi yang semakin baik, kemudian informasi yang tersalurkan dengan lebih baik, dengan Sistem Informasi Intelegent," Ucapnya.

    Kominda kata Deddy, berperan melihat ancaman -ancaman tak kasat mata, dibalik isu - isu yang beredar di masyarakat, hal tersebut merupakan peningkatan kewaspadaan yang lebih tinggi lagi.

    "Saya mengapresiasi beberapa ancaman belakangan ini selalu terdeteksi dengan baik. Sehingga meredakan keresahan masyarakat," Tutupnya.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus