Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Ketahanan Pangan di Jabar Temui Beberapa Masalah

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_20714.jpg

    BANDUNG-Kepala Badan Ketahanan Pangan Daerah (BKPD) Jabar, Tati Iriani dalam keterangannya pada rapat ketahanan pangan di Gedung Sate, Kamis (29/12) memaparkan hingga saat ini, ketahanan pangan di Jabar masih menghadapi beberapa tantangan.

    "Tantangan tersebut meliputi adanya alih fungsi lahan ke sektor non pertanian sangat tinggi, rata-rata kepemilikan lahan pertanian sempit, kondisi alam antara Pantura dan Jabar selatan berbeda, masih banyaknya jaringan irigasi yang tidak berfungsi, Jabar rawan bencana serta masyarakat miskin yang mencapai 9% potensial rawan pangan" ungkapnya.

    Kendati tantangan ketahanan pangan, kinerja bidang ketahanan pangan tahun 2016 dapat tercapai, yang meliputi ketersediaan cadangan pangan pemerintah daerah sudah mencapai 106,2%, ketersediaan informasi, pasokan, harga dan akses pangan sebesar 124%, pengawasan dan pembinaan keamanan pangan mencapai 96,3% serta penanganan daerah (desa) rawan pangan sebesar 64,88%.

    Berbagai produksi pangan di Jabar juga sudah terpenuhi, yang meliputi Jabar sebagai produsen unggas terbesar di Indonesia dengan pertumbuhan 2% per tahun, budi daya ikan dengan pertumbuhan 13,64%, pertumbuhan ikan tangkap sebesar 15,26% per tahun, Jabar menjadi pemasok teh di Indonesia dengan prosentase pasokan sebanyak 70%, serta pertumbuhan kopi arabika sebesar 3,4% per tahun.

    "Untuk menjaga pangan tetap aman, berbagai upaya peningkatan kualitas konsumsi dan keamanan pangan terus direalisasikan, baik meliputi peningkatan kualitas konsumsi pangan, dan diversifikasi pangan lokal serta pengembangan sumber pangan di pekarangan melalui model kawasan rumah pangan lestari" ujarnya. (NR)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus