Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Heryawan Genjot CSR Untuk Bangun Jawa Barat

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/konsolidasi-nakertran22.jpg

    Gubernur Jawa Barat ahmad Heryawan menyampaikan apresiasi atas dukungan para pengusaha yang menyumbangkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membangun Jawa Barat. Menurutnya pembangunan di Jawa Barat tidak hanya mengandalkan dana APBN maupun APBD, namun juga mengajak partisipasi aktif masyarakat, khususnya dari kalangan pengusaha. Saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mendorong partisipasi para pengusaha melalui CSR. Komitmen CSR untuk membangun Jawa Barat diperlukan agar mempercepat akselerasi capaian pembangunan, khususnya yang terkait langsung dengan kebutuhan masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan dan infrastruktur permukiman.

    Untuk itu, menurut Heryawan, atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dirinya menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah bekerjasama dengan perguruan tinggi, seperti  Institut Teknologi Bandung (ITB), dengan mendirikan pusat pelatihan (training center) bidang telekomunikasi informatika di lingkungan kampus ITB. “Ini merupakan wujud tingginya komitmen, khususnya peran dunia usaha sebagai bentuk CSR untuk membantu pengembangan ilmu pengetahuan dibidang telekomunikasi informatika,” tegas Heryawan usai menyaksikan Peresmian Pusat Pelatihan Telekomunikasi Informatika, hasil kerjasama ITB dengan PT. Huawei Tech. Invesment, Senin (11/4) di Kampus ITB Bandung.

    Sebelumnya pada akhir pekan lalu, Heryawan meresmikan sejumlah proyek infrastruktur, khususnya terkait sektor pemukiman dan perumahan serta lingkungan senilai Rp 52,85 miliar di Kecamatan Kabandungan Kabupaten Sukabumi. Proyek-proyek tersebut dibiayai APBN, APBD Provinsi Jawa Barat, APBD Kabupaten Sukabumi dan CSR. Adapun nilai CSR dalam proyek tersebut mencapai Rp 900 juta. Sementara menurut Kepala Dinas Kimrum Jawa Barat Eddy Nasution kepedulian pihak swasta dalam membangun Jawa Barat cukup baik. Bahkan belum lama ini sudah disepakati penandatanganan MOU dengan 22 perusahaan swasta. Bantuan pihak swasta itu dikemas dalam program CSR.

    Lebih lanjut Heryawan menyatakan berdasarkan target MDGs, maka pada tahun 2015 pelayanan air minum diharapkan dapat memenuhi 70 persen penduduk, pengelolaan sampah dan air limbah dapat mencapai 65 persen serta pemenuhan kebutuhan perumahan bagi seluruh masyarakat Jawa Barat. Untuk itu Pemprov Jabar telah menitikberatkan pada 5 hal, yaitu; sektor air minum, pengelolaan sampah regional, peningkatan kualitas permukiman, peran aktif masyarakat dalam mengelola lingkungan dan penyediaan infrastruktur bagi kawasan agropolitan. Tentunya untuk mengejar target MDGs tersebut, membutuhkan biaya besar. Untuk itu dibutuhkan partisipasi pihak swasta melalui CSR.

    Menurut Heryawan, untuk menggenjot ketersediaan air minum bagi masyarakat, pihaknya meminta Pemerintah Pusat untuk membangun instalasi air minum di 40 lokasi di seluruh Provinsi Jawa Barat yang diperkirakan menelan biaya Rp 200 miliar. Alokasi anggarannya nanti berasal dari APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten/Kota serta pihak Perusahaan Daerah Air Minum setempat.  Melalui kebijakan tersebut, diharapkan target pencapaian MDGs tahun 2015 di bidang permukiman dan perumahan, yaitu cakupan pelayanan air minum sebesar 70% penduduk, sektor air limbah sebesar 65%, pengelolaan persampahan sebesar 65%, serta pemenuhan kebutuhan rumah bagi seluruh penduduk di Jawa Barat, dapat tercapai dengan baik.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus