Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Tenaga Kerja Informal Bisa Ikut Asuransi Jamsostek

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/DSC_15313.jpg

    Bandung - Tenaga kerja informal seperti ojek, abang becak, guru honorer, kontributor berita media massa dan lain-lain dapat menjadi peserta Jamsostek. Hal itu sudah diatur dalam UU No 3 tahun 92 dan PP No 24 tahun 2006.

    Kepala Disnakertrans Prov. Jabar Mustafa Jamaludin mengatakan jumlah pekerja informal di Jawa Barat jauh lebih banyak dari pada jumlah pekerja formal. Namun keberadaan pekerja informal belum mendapatkan perlindungan jaminan sosial.

    "Pekerja informal di Jabar diperkirakan mencapai 14 juta orang, bandingkan dengan pekerja formal yang hanya 2 juta saja. Sayangnya hanya sebagian kecil yang diasuransikan," ujar dia saat sosialisasi program jaminan sosial tenaga kerja di Bandung, Selasa (12/4).

    Untuk itu Pemprov Jabar melalui Disnakertrans Jabar menggandeng PT Jamsostek agar dapat melindungi tenaga kerja informal tersebut baik perlindungan kesehatan, hari tua atau kematian. Sosialisasi ini diikuti 2000 tenaga kerja informal di wilayah Bandung Raya dan Garut.

    Wakil Gubernur Jabar Yusuf M. Effendi menambahkan dari sekitar 43 juta jiwa penduduk Jabar sebanyak 25% merupakan masyarakat petani. Petani, dengan cuaca ekstrem saat ini, sangat rentan terhadap gangguan penghasilan dan butuh jaminan sosial.

    "Sehingga sejak dua tahun lalu kami mebahas agar petani dan pekerja informal pun bisa ikut asuransi. Kami pilih Jamsostek karena sudah ada undang-undangnya."

    Selain petani, kata dia, guru honorer, tukang becak, ojek, pelaku UMKM bahkan artis bisa mendapatkan perlindungan jaminan sosial. "Sudah ada aturannya yakni UU No3 tahun 1992 dan PP No 24 tahun 2006, mereka berhak mendapatkan perlindungan sosial termasuk asuransi."

    Dia meminta kepada Jamsostek, jika nantinya pekerja informal ikut program Jamsostek harus dilayani sama seperti peserta lain.

    "Jangan sampai ada rumah sakit yang menolak melayani," tegas Dede Yusuf, panggilan akrab Wagub Jabar. Guh

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus