Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Rangkul Petani Muda, Pempus Bentuk Gempita

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_20972.jpg

    KAB. BANDUNG-Untuk menjaga stabilitas pangan di Kabupaten Bandung, melalui Kementerian Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, pemerintah membentuk Gerakan Pemuda Tani (Gempita). Bupati Bandung H. Dadang M Naser, SH.,M.Ip menyambut baik hal tersebut, guna mengembangkan sekaligus membentuk komunitas kreativitas kaum muda di bidang pertanian, Hal tersebut dikatakan Dadang Naser saat kegiatan panen dan percepatan tanam, yang dipusatkan di kawasan pertanian Desa Sekarwangi Kecamatan Soreang, Sabtu (21/1).

    “Saya mendukung penuh program Gempita ini, karena selain untuk mengembangkan kreativitas pertanian oleh kaum muda, Gempita ini bisa membawa angin segar bagi meningkatnya swasembada pangan di Kabupaten Bandung,” ungkap Dadang.

    Petani adalah pahlawan pangan kata Dadang. Menurutnya, melalui Gempita ia berharap akan ada regenerasi bidang pertanian jug ausaha tani, termasuk pengembangan teknologi dan terapan ilmu lainnya. Sehingga pertanian untuk Gempita bisa benar-benar diaplikasikan, bukan hanya teori.

    “Kaum muda melalui Gempita harus bisa memaksimalkan kemampuannya. Gabungkan antara teknologi pertanian baik mulai dari pembibitan, penanaman, perawatan hingga masa panen. Lakukan regenerasi, koordinasi, kalau perlu penelitian untuk menghasilkan pengetahuan-pengetahuan baru seputar pertanian,” ucapnya.

    Kondisi saat ini, Kabupaten Bandung surplus pangan, jelas Dadang. Aneka pangan  hasil pertanian seperti padi, Jagung, Ganyong sebagai pengganti terigu, kopi, sayuran masih bisa dihasilkan dengan baik. Tinggal melakukan terobosan dan pemanfaatan teknologi untuk pengelolaan air pertanian.

    “Kondisi pangan kita masih dalam kondisi aman. Berbagai macam hasil pertanian bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Saya minta ada terobosan lain di bidang pertanian, khususnya untuk pemanfaatan teknologi pengolahan air,” pungkasnya.

    Pada kesempatan itu, Dadang berharap, kedepannya akan terbentuk pertanian terpadu berbasis organik,  pengembangan pertanian hydrophonik, termasuk untuk bidang peternakan.

    Sementara, menurut Kepala Dinas Pertanian A Tisna Umaran menyampaikan, kondisi pangan tahun 2016 yakni, untuk panen padi (bulan april sampai September) menargetkan 27.912 ha (hektar are) dan terealisasi 39.612 ha. Artinya melebihi target yaitu 141,9%.

    “Sedangkan bulan Oktober 2016 sampai Januari 2017 ditargetkan tanam seluas 54.514 ha dan realisasi 30.540 ha, untuk padi, jagung dan kedelai memiliki masa tanam dan panen yang berbeda-beda,” ucap Tisna.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus