Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Bayar Listrik Dengan Sampah

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_21460.jpg

    BANDUNG–Sampah di Kota Bandung sehari bisa mencapai 1.500 ton, namun hanya dapat diangkut sebanyak 1.100 ton. Padahal jika diolah maka sampah akan habis dan tidak perlu dibuang ke TPA.

    Hal itu dikatakan oleh Wakil Walikota Bandung, Oded M. Danial dalam kegiatan peresmian bank sampah di Jalan Ahmad Yani Bandung, Selasa (21/2).

    Sampah rupanya bisa bernilai uang dan dapat digunakan untuk membayar tagihan listrik. Hal ini diterapkan pada Bank Sampah yang merupakan bagian dari CSR PLN Jabar.

    “Bagi PLN keberadaan potensi-potensi aktivitas kemasyarakatan yang berorientasi lingkungan dan mempunyai pengaruh yang positif bagi masyarakat seperti Bank Sampah ini, merupakan sesuatu yang harus didukung secara maksimal. Apalagi dengan melalui momentum Hari Peduli Sampah Nasional ini, PLN berharap Bank Sampah Induk Kota Bandung akan berkembang menjadi Bank Sampah yang profesional dan mampu menjawab tantangan pengelolaan sampah yang sangat kompleks,” ujar Direktur Human Capital Management PT PLN (Persero), Muhammad Ali.

    Ia menambahkan dengan adanya pembayaran rekening listrik dengan sampah diharapkan bisa memacu semangat warga untuk lebih giat mengumpulkan sampah di lingkungannya dan peduli lingkungan sekitar.

    Mekanisme pembayaran listrik menggunakan sampah ini juga sangat mudah yakni warga membawa sampah ke Bank sampah lalu ditimbang. Setelah itu berat sampah yang ditimbang dinominalkan dalam bentuk uang. Dari jumlah itulah kemudian dimasukkan ke rekening Bank Sampah yang sudah dimiliki warga. Dari hasil penjualan sampah tersebut, akan digunakan untuk membayar biaya listrik atau ditukarkan token di masing-masing rumah warga yang bersangkutan.

    "Mekanismenya seperti itu. Cukup mudah. Cukup nabung sampah, biaya listrik sudah terbayar," papar Muhammad Ali.

    Bank Sampah Induk Bandung sendiri merupakan pengembangan dari Bank Sampah Hijau Lestari yang bergerak secara sukarela dan bertujuan utama untuk mengubah 'mindset' masyarakat tentang pemanfaatan sampah secara benar. Kini, Bank Sampah Hiijau Lestari telah memiliki 131 unit bank sampah di 54 kelurahan di Kota Bandung. Jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus