Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pentingnya Pengawasan dan Tuntunan Orang Tua dan Guru

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_21471.jpg

    KAB. BANDUNG-Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Dr. H. Juhana, M.MPd., mengungkapkan bahwa Sekolah/Madrasah sejak awal terbentuknya wajib ramah anak oleh karenanya seminar ini diberi tambahan kata penguatan. Budi Utomo dengan konsep taman siswa menegaskan hal ini.

    Hal ini terungkap dalam acara bertajuk Seminar Penguatan Sekolah Ramah Anak yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, bekerja sama dengan Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Bandung di Gedung Budaya Sabilulungan, Selasa (21/2).

    “Taman adalah tempat yang aman, nyaman dan tenang, seyogianya tidak diperkenankan kekerasan dalam bentuk apapun,” kata Juhana.

    Tapi dalam kenyataannya masih terjadi penistaan (kekerasan, bullying dan pelecehan seksual) terhadap anak. “Untuk itu diperlukan setidaknya 5 landasan dalam mendidik anak di sekolah, yaitu Landasan teologis, filosofis, pedagogis, sosiologis dan ekonomis,” lanjut Juhana.

    Anak dilahirkan dalam keadaan suci, tergantung bagaimana orang tua dan guru membentuk karakter anak tersebut. Selain itu anak lahir bagai kertas putih yang warnanya akan sangat ditentukan lingkungan di sekitarnya terutama orang tua dan guru. Kemudian setiap anak memiliki kemampuan dididik, mampu didik dan mampu latih termasuk anak dengan kebutuhan khusus (difabel) sekalipun berhak mendapatkan layanan pendidikan. Anak sebagai makhluk sosial dapat memberikan manfaat bagi manusia lainnya.

    “Dan terakhir landasan ekonomis, dimana mendidik anak merupakan human invest, investasi bagi anak itu sendiri di hari ini dan di hari esok,” tutup Juhana dalam penyampaian materinya.

    Sementara itu, Wakil Ketua KPAI RI, Maria Advianti, S.P., dalam penyampaian materinya menyebutkan beberapa syarat Sekolah Ramah Anak.

    “Harus aman, memenuhi hak anak, melindungi dari kekerasan, sehat, peduli dan berbudaya serta mendukung partisipasi anak,” kata Maria.

    Regulasi menjadi penting agar guru dan orangtua ada kesepahaman mengenai penanganan pendidikan anak di sekolah. Seluruh komponen sekolah yaitu kepala sekolah, guru, murid dan orang tua murid harus memiliki perspektif yang sama mengenai pendidikan.

    Maria Advianti, yang juga pendiri Forum ID-COP (Child Online Protection), mengatakan bahwa ketika anak mengakses internet harus mendapat pengawasan dan tuntunan agar tidak terkontaminasi hal-hal negatif yang banyak ditimbulkan oleh teknologi ini.

    “Saat kita mengajak anak kita berjalan-jalan di Mall, tentunya kita akan menuntun anak kita agar tidak hilang atau tersesat, lalu mengapa saat memasuki dunia maya hal itu jarang kita lakukan?. Padahal dunia maya jauh lebih luas dari Mall,” kata Maria.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus