Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Rawan ketahanan pangan, Bupati lakukan Mapping terhadap warga Desa Pakualam

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_21489.jpg

    KAB SUMEDANG-Sebanyak 30 Kepala Keluarga (KK) dari Desa Pakualam Kecamatan Darmaraja yang berdasarkan penuturan Camat nya, Agus Kory, warganya tersebut mengalami rawan ketahanan pangan, mendapatkan bantuan berupa Sembako dan uang tunai, yang penyerahan bantuan tersebut dilakukan oleh Bupati Sumedang, H. Eka Setiawan di Balai Kampung Dusun Cilembu Desa Pakualam, Selasa, (21/2).

    Menurut penuturan Agus, sebanyak 1.075 jiwa yang berasal dari Desa Pakualam dan Cisema, merupakan Orang Terkena Dampak (OTD) dari pembangunan Waduk Jatigede, 30 KK yang terdiri dari 19 KK warga Cilembu dan 14 KK warga Cisema dinilainya mengalami paling rawan ketahanan pangan.

    Hal itu disebabkan karena wilayah Desa Pakualam yang tergenang sebagian oleh proyek Waduk Jatigede sementara Desa Pakualam itu sendiri tidak terkena penghapusan Desa, dan telah menyebabkan sebagian permukiman dan areal pertanian yang menjadi mata pencaharian penduduknya tersebut habis total tergenang oleh Waduk.

    Menanggapi hal tersebut, Bupati Sumedang, H. Eka Setiawan yang datang bersama Komisi A Anggota DPRD, Endang Sirojudin dan didampingi oleh Asisten Administrasi, Asisten Pembangunan, Staf Ahli Ekonomi Pembangunan, para Kabag di Lingkungan Setda serta Camat Darmaraja, mengatakan bahwa pihak Pemerintah Daerah turut merasa prihatin dengan keadaan warganya yang mengalami kerawanan ketahanan pangan yang diakibatkan dari pembangunan Waduk Jatigede tersebut.

    Oleh karena itu, Bupati berjanji untuk mencarikan berbagai solusi dalam penanganan masalah yang dialami warganya tersebut.

    “Langkah jangka pendek kita mungkin bisa membantu dengan cara memberikan sembako, tapi mungkin hal itu tidak bisa kita lakukan terus menerus karena ada keterbatasan juga. Untuk itu, saya akan coba berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk meminjam lahan mereka yaitu yang berada di wilayah Sukahaji dengan lahan seluas kurang lebih empat hektar, untuk kemudian bisa digunakan warga disini untuk bercocok tanam dan beternak,”Papar Eka.

    Pada kesempatan tersebut Bupati Eka juga menginstruksikan kepada Camat dan Kepala Desa Pakualam untuk melakukan mapping terhadap warganya, terkait urgensi KK yang mengalami rawan pangan sekaligus memetakan minat dan profesi masyarakatnya juga.

    “Saya kira bagi warga yang mempunyai minat dan keahlian tertentu, sementara masih terkendala dengan masalah permodalan, bisa melakukan komunikasi dengan Camat. Insya Allah kita juga akan bantu modal untuk peternakan tetapi sebelumnya harus membuat sebuah kelompok dulu. Mudah-mudahan kita dapat solusi terbaik bagi masyarakat Pakualam dalam hal mengatasi kerawanan pangan ini, tentunya di bawah bimbingan Camat dan Kepala Desa,”pungkasnya. 

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus