Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    CCROM, Tingkatkan Optimisme Sekolah Hadapi Penilaian Adiwiyata

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_21605.jpg

    KOTA BOGOR- Dua sekolah di Kota Bogor menyatakan siap mengikuti penilaian Sekolah Adiwiyata tahun 2017. Kesiapan itu diutarakan masing-masing oleh Kepala SMP Negeri 5 Bogor, Warsadi dan Kepala SMK Tri Dharma 2 Kota Bogor, Khairul Saleh. Mereka menyatakan kesiapan itu usai menandatangani perjanjian kerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) di ruang kerja Bagian Kerjasama Pemerintah Kota Bogor, Jumat (24/2).

    Di dalam kerjasama tersebut terdapat klausul tentang pemasangan alat Centre for Climate Risk and Opportunity Managemen (CCROM) oleh IPB di kedua sekolah tersebut. Tujuannya untuk memantau penggunaan listrik. Menurut Warsadi, kerja sama ini memberikan semangat tersendiri pada warga SMPN 5 Bogor dalam menghadapi penilaian sekolah Adiwiyata. "Alat monitor listrik tersebut tentu berguna bagi sekolah kami, terlebih dalam mengikuti penilaian adiwiyata nanti," katanya.

    Ia juga menilai, dengan keberadaan alat tersebut, sekolah dapat mengetahui besaran penggunaan listrik. Pihaknya akan berupaya menurunkan penggunaan listrik sehingga bisa dilakukan, penghematan listrik di lingkungan sekolah. 

    Hal senada diungkapkan Khairul Saleh. Ia memandang keberadaan alat CCROM dapat memberikan rekomendasi kepada sekolah terkait penggunaan listrik. "Apalagi kami sekolah menengah kejuruan yang 70% kegiatan  siswanya praktik menggunakan listrik. Nantinya kami tidak perlu khawatir lagi sebab sudah bisa memantau perkembangan penggunaan listrik," ungkapnya. 

    Sementara itu Teddy Kusnadi, Kasi Kesiswaan Dikmen Dinas Pendidikan Kota Bogor menjelaskan, alat monitor listrik CCROM yang nanti dipasang akan membantu sekolah dalam mengukur penggunaan daya listrik.  Selain itu, sekolah juga akan terbantu dalam menghadapi penilaian sekolah Adiwiyata. "Sebab penilaian adiwiyata salah satunya terkait dengan program hemat energi,," katanya. (humas:rabas/herz) Mor

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus