Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Gertam Cabai, Upaya Menstabilkan Harga Cabai

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_21609.jpg

    KOTA BOGOR- Cabai merupakan salah satu komoditas pertaniian yang ditetapkan menjadi salah satu kebutuhan pokok berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 71 Tahun 2015. Oleh karena itu pemerintah wajib melakukan upaya-upaya untuk menjamin ketersediaan dan keterjangkauan harga cabai sepanjang waktu. Kelangkaan cabai di pasar dan juga tingginya harga cabai terbukti menjadi salah satu penyumbang utama inflasi.

    Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Holtikultura pada Kementerian Pertanian, Mochammad Syakir mengungkapkan hal itu saat membuka Gerakan Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman (HATINYA) PKK dengan Gerakan Tanam Cabai di Rumah Kita di Ruang Paseban Sri Baduga, Balaikota, Jumat (24/2/2017).

    Dijelaskan Syakir, fluktuasi harga cabai bersifat musiman dengan potensi kenaikan harga cabai yang pada umumnya terjadi pada akhir tahun dan awal tahun terutama di saat musim penghujan. Sedangkan penurunan harga cabai berpotensi terjadi pada pertengahan tahun. Harga cabai juga mengalami kenaikan saat peningkatan permintaan, yaitu di bulan ramadhan hingga hari raya Idul Fitri serta menjelang tahun baru.

    "Faktor lain yang mempengaruhi fluktuasi harga cabai adalah pola produksi, yaitu ketersediaan yang melimpah saat musim panen dan kelangkaan saat di luar musim panen Selain itu kenaikan harga cabai juga sering dipicu juga oleh isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak," papar Syakir.

    Di sisi lain, lanjutnya, cabai merupakan kebutuhan pokok masyarakat Indonesia yang permintaannya memiliki kecenderungan meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan industri makanan. Tersedianya cabai dalam jumlah cukup sepanjang waktu, diharapkan dapat menstabilkan harga cabai dan mencegah inflasi.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus