Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    BPBD Kabupaten Bandung Siap Siaga Hadapi Bencana

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_21680.jpg

    KABBANDUNG-Berdasarkan laporan dari BMKG, curah hujan khususnya di wilayah Kabupaten Bandung dalam seminggu ke depan intensitasnya akan naik.

    Oleh karena itu Bupati Bandung, H. Dadang M. Naser, S.H., S.Ip., M.Ip., mengadakan inspeksi mendadak (sidak) ke mako BPBD Kabupaten Bandung untuk memastikan kesiapan perlengkapan maupun logistik untuk mengantisipasi kejadian-kejadian ekstrim yang ada di Kabupaten Bandung.

    Dari hasil sidak tersebut Dadang M Naser menilai SDM, perlengkapan, maupun logistik yang disiapkan BPBD Kabupaten Bandung sudah memadai. Jumlah personil di BPBD ada 60 orang dan relawan di tiap kecamatan ada 5 orang. “Relawan-relawan kebencanaan di daerah-daerah sangat diperlukan,” kata Dadang.

    Meski tidak bisa dikatakan ideal, para personil di BPBD Kabupaten Bandung telah siaga, profesional dengan keikhlasan dan kesigapan, kerja keras, kerja cerdas dan koordinasi dengan komunitas-kominitas peduli bencana alam di Kabupaten Bandung. Di mako BPBD Kabupaten Bandung, 30 personil standby, 1 unit escavator, perahu karet, motor dan mobil rescue, mobil dapur umum, WC mobile. Logistik seperti Family Kit, terpal, selimut, cangkul, sekop, karung, tikar lipat, tikar plastik, selimut, matras, paket kesehatan keluarga, Kids ware, masker, air mineral dan makanan siap saji juga sudah dipersiapkan.

    “Logistik dan peralatan ini nantinya akan dikirimkan sesuai dengan kebutuhan di masing-masing daerah yang rawan bencana, ada Protap dan SOP nya,” jelas Dadang Untuk wilayah Baleendah dan Dayeuhkolot disiapkan 20 personil yang selalu stand by, 3 buah perahu karet, 3 unit sepeda motor, 3 unit mobil Rescue dan Dapur Umum, semua disiapkan di Baleendah.

    Posko posko pengungsian sudah disiapkan, untuk wilayah Baleendah, Dayeuhkolot dan Bojongsoang yaitu di Gedung Inkanas. Fokus pembersihan saluran air di wilayah ini juga tengah dilakukan. Bekerjasama pula dengan Dinas Sosial untuk penyaluran logistik, 500 jiwa 215 KK di beberapa titik pengungsian.

    Toilet, tangki air bersih, akan mudah disalurkan jika masyarakat tidak membuat posko pengungsian sendiri-sendiri. Jika masyarakat korban bencana semua berada di posko-posko pengungsian yang disediakan Pemerintah maka masyarakat diupayakan terlayani baik air bersihnya, obat-obatannya, maupun bahan makanannya. “Saya menghimbau kepada masyarakat korban bencana untuk tidak membuat posko sendiri agar penyaluran logistik lebih mudah,” lanjutnya.

    Dadang mengucapkan terima kasih atas kinerja dan kesiapan BPBD Kabupaten Bandung bekerjasama dengan para relawan kebencanaan selama ini yang mendapat respon dan apresiasi dari masyarakat, namun sosialisasi harus tetap dilakukan melalui forum camat. “BPBD cukup siap menghadapi berbagai bencana rutin tahunan maupun bencana tiba-tiba yang setiap saat bisa terjadi,” kata Dadang Naser.

    Mengenai dana on call (dana cadangan) sejumlah sekitar 15 Milyar menurut Dadang, terbatas pada darurat bencana, menyelamatkan manusianya di pengungsian, logistik dan dapur umum, tetapi tidak bisa ditindaklanjuti untuk kegiatan fisik. “Misal korban angin puting beliung yang rumahnya rusak tidak bisa mendapatkan dana ini, namun Pemerintah Kabupaten Bandung akan membantu membangunkan kembali rumahnya dengan gerakan Sabilulungan,” tutupnya.

    Bagi masyarakat yang ingin mengetahui atau berkoordinasi mengenai kebencanaan di wilayah Kabupaten Bandung, BPBD Kabupaten Bandung menyediakan layanan hot line, yaitu 081214284944 untuk SMS center, dan 022-85872591 untuk Call center.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus