Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Aher : Jangan Sampai Perkembangan TIK Mempengaruhi Ketenagakerjaan

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_21924.jpg

    BANDUNG-Aher mengatakan, dalam catatan BPS di tahun 2016, perekonomian Jawa Barat tumbuh 5,67%, menjadi paling tinggi dari provinsi-provinsi di Pulau Jawa. Tahun 2016 perekonomian nasional 5,04%, dan perlu menjadi catatan, di Jawa Barat pertumbuhan tertinggi tercatat oleh lapangan usaha informasi dan komunikasi sebesar 14,27%, mengambil porsi paling banyak dari total 5,67% pertumbuhan ekonomi Jabar.

    Hal demikian Aher sampaikan saat menghadiri High Level Meeting di Aula Barat Gedung Sate,Bandung, Selasa (14/03). Mengusung tema "Meningkatkan Sinergi Dalam Mengendalikan Inflasi dan Menjaga Ketahanan Pangan Jabar", dihadiri juga oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jabar Yuda Agung, ketua Forum Koordinasi Pengendalian Pangan (FKPI) Jabar, dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan.

    "Saya khawatir pertumbuhan 14,27% itu, karena ini adalah terkait dengan kemajuan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) kurang berdampak pada tenaga kerja", ujar Aher.

    Aher memberikan arahan agar pihak-pihak terkait mengubah cara berpikir mengenai persoalan memahami hubungan pertumbuhan ekonomi dengan ketenagakerjaan. Mengenai perkembangan teknologi yang terus semakin berkembang, perlu di khawatirkan pertumbuhan ekonomi yang semakin bagus, tetapi dampak ketenagakerjaannya rendah.

    "Kedepan kita harus berpikir seperti apa jenis sumber daya manusia (SDM) yang harus kita bangun", tambah Aher.

    Karena ada kemungkinan mode kurikulum yang ada saat ini sudah tidak cocok untuk sekolah-sekolah saat ini, bila dihubungkan dengan pertumbuhan perekonomian dan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi. Jika itu terjadi maka akan ada beberapa dampak yang terjadi.

    Aher berharap tumbuhnya perekonomian harus berdampak juga terhadap penyerapan ketenagakerjaan. Jangan sampai pertumbuhan teknologi menjadi penyebab banyaknya pengangguran. Kedepannya akan dilakukan penelaahan mengenai masalah ini untuk dicari kesimpulan yang menjamin bahwa perkembangan TIK tidak mempengaruhi bidang ketenagakerjaan.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus