Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Perda Perlindungan Lahan Pertanian Segera Disahkan

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_22044.jpg

    KOTA BOGOR-Untuk mempertahankan lahan pertanian yang tersisa, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor tengah membahas draft Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang perlindungan lahan pertanian berkelanjutan yang akan segera disahkan.

    Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian (Kadistani) Kota Bogor, Irwan Riyanto saat melaksanakan Panen Raya di Kelompok Tani (Poktan) Sabaraya Cilubang Jero, Kelurahan Balumbang, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Selasa (21/03/17).

    Irwan menyebutkan, luas lahan pertanian yang akan di Perda kan kurang lebih ada sekitar 200 hektar, namun jumlah ini lebih kecil dibanding data setelah disinkronkan dengan data di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor sekitar 320 hektar.

    ”Jadi kedepannya lahan yang tersisa ini akan lebih dikembangkan, karena dalam satu tahun tidak selalu menanam padi, tapi juga bisa saja menanam palawija yang berkualitas tinggi,” jelas Irwan.

    Mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) itu menuturkan, Kelurahan Balumbang Jaya salah satu wilayah penghasil padi di Kota Bogor. Berdasarkan pengukuran yang dilakukan tahun 2016 menghasilkan sekitar 6 ton/hektare, sedangkan target yang ditetapkan dalam Rencana pembangunan Jangka Menengah (RPJM) sebesar 6,7 ton.

    “Di wilayah lain, contohnya di Cianjur sudah mencapai 7 ton/hektar, sedangkan yang tertinggi di Jawa Barat adalah di Kabupaten Tasikmalaya yang sudah mencapai 12 ton/hektar. Harapan kami hasil panen yang sekarang ini bisa lebih ditingkatkan lagi,” jelasnya.  

    Ia menambahkan dari enam kecataman di kota Bogor, Kecamatan Bogor Barat dan Bogor Selatan merupakan lumbung padi Kota Bogor, sementara untuk penghasil palawija terbanyak berada di Kecamatan Tanah Sareal. (humas:rabas/ismet/dada) SZ

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus