Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Bima: KAMMI Harus Mampu Beradaptasi dan Bersinergi

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_22253.jpg

    KOTA BOGOR-Menginjak usianya yang ke-19, Wali Kota Bogor Bima Arya meminta Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) untuk beradaptasi dan bersinergi. Tugas, visi dan tantangan kedepan sama, namun tantangan yang utama adalah beradaptasi dengan perubahan.

    "Wali Kota harus beradaptasi, KAMMI juga harus beradaptasi ditengah jutaan tantangan dan peluang," jelas Wali Kota Bogor Bima Arya saat membuka pawai Milad ke-19 KAMMI di Tugu Kujang, Kota Bogor, Minggu (02/04/17).

    Menurut Bima, dahulu saat dirinya aktif di LSM dan NGO isu utama adalah demokratisasi. Namun sekarang isu besarnya adalah lingkungan hidup, transportasi, kesehatan dan pendidikan. Dahulu yang terkenal itu aktivis lapangan dan tokoh politik, tetapi sekarang yang menjadi sorotan itu kepala daerah, gubernur, bupati dan walikota yang berprestasi.

    "Isunya pun bukan lagi isu politik, namun isu kesejahteraan, kesehatan dan kemacetan," ujar Bima.

    Oleh karena itu, Bima mengajak KAMMI untuk sama-sama beradptasi terhadap isu perubahan yang memang dibutuhkan oleh masyarakat. Politik penting, tapi itu bukan segalanya. Bagi warga mereka tidak peduli siapa pemimpin politiknya yang penting bisa hidup dengan nyaman dan tenang.

    “Intinya mari kita sama-sama beradaptasi dan bersinergi dengan permasalahan konkrit," ungkapnya.

    Menurutnya, perjuangan terberat adalah membangun kultur. Ada uang infrastruktur bisa dibangun, tetapi belum tentu dengan kultur. Tugas kita sekarang adalah membangun kultur, warga yang cinta pada kotanya, warga yang ingin mengurus kotanya.

    "Pemkot Bogor dan KAMMI bisa melakukan itu karena KAMMI punya satu hal hal yang tidak dimiliki yang lain yakni ketulusan dan keikhlasan," pungkasnya. (Tria/Indra) SZ

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus