Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Demiz: West Java Ambasador Forum Untuk Memasarkan dan Mencari Investor Bagi Jawa Barat

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_22321.jpg

    BANDUNG-Pada tahun 2016, pertumbuhan ekonomi provinsi Jawa Barat meningkat cukup tinggi dibanding provinsi-provinsi lain. Diiringi dengan inflasi yang terkendali sebesar 2,75% dan kemiskinan di Jawa Barat pun menurun cukup dalam dari 9,53% menjadi 8,77%. Begitupun konsumsi masyarakat yang kuat dan kegiatan investasi yang mulai membaik menjadi dua hal utama yang menopang pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat.

    Hal itu Demiz sampaikan saat menyampaikan sambutannya di acara West Java Ambasador Forum di Aula Barat Gedung Sate, Bandung, Rabu (05/04). Acara West Java Ambasador Forum, dihadiri juga oleh duta-duta besar beberapa negara sahabat, perwakilan kementerian luar negeri, Kepala Perwakilan BI Jabar dan Walikota/Bupati se-Jawa Barat.

    "Bagaimana memasarkan Jawa Barat untuk investasi dari luar khususnya, makanya kita undang duta-duta besar, kita undang juga walikota/bupati agar mereka bisa menawarkan potensi tiap daerahnya" ujar Demiz.

    Demiz menambahkan bahwa adanya West Java Incorporated yang dikelola oleh Bank Indonesia adalah untuk mendapatkan potensi-potensi unggulan dari daerah seperti pembangunan tol, bandara atau kepariwisataan agar mendapatkan investasi, khususnya dari investor asing.

    Menurut Demiz, West Java Incorporated memang sempat tidak begitu jalan karena adanya kesulitan mendapatkan data potensi unggulan dari tiap kabupaten/kota karena memang daerah tidak menyusun itu. Oleh karena itu Bank Indonesia selaku pengelola West Java Incorporated menggunakan dana sendiri untuk mencari data potensi ungulan yang ada di tiap daerah di Jawa Barat.

    Dijelaskan oleh Wagub Demiz, berdasarkan data BKPM mengenai investasi di Jawa Barat pada tahun 2016, Jawa Barat menjadi provinsi tujuan penanaman modal asing terbesar di Indonesia dengan nilai investasi mencapai 5,47 Milyar Dollar Amerika. Dan menjadi provinsi tujuan penanaman modal luar negeri terbesar kedua di Indonesia dengan nilai investasi mencapai 30,36 Milyar Rupiah.

    Kota/Kabupaten yang menjadi tujuan utama PMA (Penanaman Modal Asing) adalah Kab.Bekasi, Kab.Karawang, Kab. Bogor, Kab. Purwakarta, dan Kota Bekasi dengan investor PMA di Jawa Barat sebagian besar berasal dari Jepang, Korea Selatan, Hongkong, Singapura, dan Belanda, dengan tujuan investasi pada sektor transportasi, konstruksi, perumahan, industri mesin dan elektronik.

    Sedangkan tujuan utama PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri)  adalah Kab.Bekasi, Kab.Karawang, Kab.Bogor, Kota Bekasi, dan Kota Bandung. Selain itu, pemerintah provinsi Jawa Barat baru saja menyepakati investasi besar dengan Arab Saudi setelah melakukan peninjauan di lahan kopi arabika di Garut serta lahan pembangunan resort/komplek pariwisata di Kab.Sukabumi. Mengenai lahan tersebut investor Arab Saudi telah menyatakan minatnya dan akan melakukan kunjungan selanjutnya pada bulan Mei 2017 untuk meninjau lahan agrikultur, demikian Wagub Demiz.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus