Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    ASN Diminta Bedakan Media Massa dan Medsos

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_22614.jpg

    KOTA BOGOR-Tidak hanya memberikan tips bagaimana menggunakan media sosial (medsos) dengan baik dan bijak, nara sumber dalam kegiatan diskusi Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang dihadiri Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor di ruang Paseban Sri Baduga, Balaikota Bogor, Rabu (19/04/2017) kemarin juga memberikan penjelasan mengenai perbedaan media massa atau media elektronik dengan medsos.

    Praktisi media, Nihrawati  AS mengatakan, media massa atau media mainstream, terutama media cetak dalam penyajian berita harus berimbang, akurat dan sesuai dengan fakta. Berbeda halnya dengan medsos yang tidak jarang menyebarkan informasi atau berita  yang telah terjadi beberapa waktu kebelakang, selain itu tidak ada pertanggungjawaban dan informasi yang disebar bertujuan untuk menyamarkan informasi yang berasal dari situs resminya.

    “Untuk itu kita harus benar-benar bijak membaca, melihat dan menyikapi terhadap informasi yang diterima, juga diperlukan kewaspadaan ekstra dan harus dicari kebenaran informasi atau berita yang beredar, sehingga fungsi media sebagai sosial kontrol dapat berjalan dengan baik,” terang Nihrawati AS yang juga menjabat Pemimpin Redaksi (Pimred) Radar Bogor.

    Nihrawati melanjutkan, informasi yang beredar melalui medsos sangat cepat, bahkan kontennya bercampur antara fakta dan berita bohong (hoax), namun pada akhirnya yang membenarkan informasi itu benar atau salah adalah media mainstream.

    Hal senada diungkapkan Kasubag Kerjasama Setda kota Bogor Ara Wiraswara, bahwa dengan menyampaikan adanya fenomena gelembung atau bubbles dalam penggunaan media sosial.

    “Jadi berita hoax menyebar cepat ketika diambil oleh situs atau pelaku terkemuka yang memiliki banyak pengikut atau followers,” jelas Ara. (humas:rabas/indra) SZ

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus