Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Renovasi 10 Rutilahu Warga Miskin di Kota Bogor

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_22693.jpg

    BOGORKOTA-Target Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk mengurangi angka Rutilahu atau Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kota Bogor terbantu dengan adanya program bantuan stimulan dari Badan Amil Zakat (Baznas) Provinsi Jawa Barat kepada Baznas Kota Bogor. Ada sepuluh rumah warga yang saat ini sudah dalam proses renovasi dibantu menggunakan dana bantuan stimulan Baznas, masing-masing satu rumah mendapatkan bantuan sebesar Rp 10 juta.

    Wakil Ketua II Komisioner Pendistribuan dan Pendayagunaan Baznas Kota Bogor Rusli Saimun mengatakan, Baznas telah membentuk tim untuk mencari rumah yang memang pantas diberikan bantuan, pencarian dilakukan melalui observasi lapangan dan melalui Media Sosial (medsos). Di dapat sepuluh rumah yang tersebar di enam kecamatan, yaitu dua rumah di Kecamatan Bogor Barat, dua rumah di Kecamatan Bogor Selatan, dua rumah di Kecamatan Bogor Tengah, dua rumah di Kecamatan Tanah Sareal, satu rumah di Kecamatan Bogor Timur dan satu rumah di Kecamatan Bogor Utara.

    “Kesepuluh rumah tersebut kondisinya sangat tidak layak, misalnya seperti di Kebon Kelapa, Kecamatan Bogor Tengah rumahnya gubuk dari bambu dan sudah mau rubuh, sekarang sudah dipasangi pondasi. Ada juga yang di Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara atap rumahnya bocor dan tidak ada kamar mandi,” ujar Rusli seusai acara serah terima simbolis program Rutilahu Baznas di Aula Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Rabu (26/04/2017).

    Rusli menyebutkan, program ini sudah berjalan dan sudah memasuki tahap pembangunan 30-40. Semua bahan-bahan yang dibutuhkan untuk renovasi termasuk tukangnya disiapkan Baznas. Sebab, jika diberikan secara langsung dikhawatirkan tidak sampai rampung.

    “Kami memang sengaja penyerahan simbolisnya setelah ada pengerjaan sekaligus sebagai bukti kepada Baznas Provinsi,” terangnya.

    Menurut Rusli, program rutilahu ini tidak hanya dapat meringankan kerja Pemkot Bogor dalam mengurangi rutilahu. Namun tentunya bagi warga yang rumahnya diperbaiki bisa tinggal lebih nyaman lagi tanpa takut rumahnya roboh atau bocor. Kedepan kata dia, Baznas akan terus membantu dan bersinergi dengan Pemkot Bogor.

    “Semoga saja di tahun-tahun berikutnya bantuan stimulan dari Baznas Provinsi bisa bertambah untuk Kota Bogor, karena tahun ini memang baru pertama kalinya,” jelasnya.

    Sementara itu, Asisten Pemerintahan Setda Kota Bogor Hanafi menambahkan, Rutilahu ini memang perlu ditangani semua pihak baik pemerintah, organisasi dan perusahaan melalui Corporate Social Responsibility (CSR). Hal ini karena Pemkot Bogor tidak akan bisa menangani semua RTLH yang ada di Kota Bogor, terlebih kemampuan anggaran sangat terbatas. Untuk itu, Pemkot menggandeng dan mengajak dunia usaha untuk bersinergi dengan program kegiatan kemiskinan.

    “Sinergi ini agar tidak terjadi benturan, misalnya yang sudah dibantu Pemkot lewat hibah  dan Bansos ya sudah tetap berjalan, Baznas bisa membantu RTLH lainnya,” kata dia.

    Salah satu penerima dana Rutilahu Baznas, Sopiah (72) merasa senang dan terbantu dengan adanya program bantuan ini. Pasalnya, ia yang hanya bekerja sebagai tukang bersih-bersih Mesjid dan tidak mampu merenovasi rumahnya yang bocor, untuk memenuhi kehidupan sehari-hari saja ia mengaku masih kesulitan.

    “Biaya perbaikan rumah kan mahal, tapi Alhamdullilah bisa dapat bantuan,” ujar Sopiah.

    Selain itu, Baznas juga memberikan 40 paket senyum sembako kepada 40 orang dari total keseluruhan penerima 200 orang. Paket Senyum ini merupakan program rutin Baznas yang diberikan setiap dua bulan sekali. Tak hanya itu, bantuan dua Rutilahu bagi dua warga di Kecamatan Bogor Selatan berasal dari BPR Bank Pasar Kota Bogor yang bekerja sama dengan Kecamatan Bogor Selatan. (Fla/Ismet/Mala/Nadia) S

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus