Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Temukan Masalah Belajar dan Berinovasi Mencari Solusi

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_22748.jpg

    CIKARANG—Selama empat tahun pelaksanaan program USAID PRIORITAS di Kabupaten Bekasi diakui telah memberikan dampak positif bagi kemajuan pendidikan dasar. Guru-guru di sekolah binaan telah menunjukkan praktik yang baik dalam proses pembelajaran. 

    Para kepala sekolah juga telah menunjukkan serangkaian praktik yang baik dalam manajemen berbasis sekolah. Alhasil, perubahan penting telah terjadi di sekolah/madrasah binaan USAID. Demikian terungkap dalam pertemuan penutupan program USAID PRIORITAS di Kabupaten Bekasi, Jumat (28/4). Pertemuan dihadiri oleh pihak Dinas Pendidikan, Kantor Kemenag, pengawas sekolah, kepala sekolah, dan sejumlah perwakilan guru sekolah/madrasah binaan USAID PRIORITAS. 

    Koordinator USAID PRIORITAS Jawa Barat Erna Irnawati berharap, pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama, kiranya dapat memberdayakanlah para fasilitator daerah (fasda) untuk merawat dan mendiseminasikan beragam praktik baik dampak program USAID PRIORITAS. “Di samping 24 sekolah mitra dan 1000 lebih sekolah diseminasi, masih ada 563 SD/MI dan SMP/MTs di daerah Kabupaten Bekasi yang belum mendapatkan manfaat program USAID PRIORITAS yang menuntut diseminasi program,” ujar Erna.

    Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Hery Herlangga mengaku, “saat kami kerap tidak menyadari masalah, kami telah diajari oleh USAID cara menemukan masalah dan berinovasi untuk mengatasinya. Poin ini lalu digarisbawahi oleh Staf USAID PRIORITAS Nasional Aos Santosa sebagai sebuah kemajuan penting dan memiliki strategis dalam upaya peningkatan keprofesian guru. 

    Hery menilai program USAID PRIORITAS sebagai luar biasa. “USAID telah membuka wawasan kami dalam hal pembelajaran, manajemen sekolah, pengembangan budaya membaca, dan tata kelola pendidikan secara umum. Secara khusus kami berhutang budi soal penataan dan pemertaan guru serta pengembangan keprofesian guru,” katanya. Hery lalu menyatakan komitmennya untuk memelihara berbagai praktik baik yang ditinggalkan oleh program USAID dan menyebarluaskannya ke seluruh sekolah.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus