Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Rakor Forum Pembauran Sumedang

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_22854.jpg

    SUMEDANG-Pemerintah kabupaten Sumedang melalui Kantor Kesbangpol kabupaten Sumedang mengadakan rakor Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) bertempat di ruang rapat Tadjimalela, Bapplitbang Kabupaten Sumedang, Jum’at (5/5).

    Acara yang dibuka secara resmi oleh Sekda Kabupaten Sumedang, H. Zaenal Alimin tersebut, dihadiri oleh Ketua FPK Prov. Jabar, Ketua FPK Kabupaten Sumedang, Kepala Kantor Kesbangpol serta Tokoh Masyarakat dan tokoh pemuda dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Sumedang, dengan menghadirkan narasumber yang merupakan Anggota DPR RI Komisi X Dr. (HC) Popong Otje Djundjunan, unsur Kodim 0610, Ketua FPK Kabupaten Sumedang dan dari unsur Kesbangpol.

    Dalam Rakor yang mengusung tema “melalui penguatan FPK kita wujudkan kondusifitas masyarakat Kabupaten Sumedang dalam menunjang sukses Pilkada 2018” tersebut, Ketua Panitia pelaksana yang juga Kepala Kantor Kesbangpol, Rohayah atang, SH, dalam laporannya menyampaikan, acara yang diselenggarakannya tersebut mempunyai tujuan untuk membina kerukunan masyarakat antara suku, agama, ras dan budaya, mengemban titipan demokrasi dan melestarikan nilai sosial budaya, khususnya Kabupaten Sumedang yang telah telah mempoklamirkan Sumedang Puseur Budaya Sunda, serta menciptakan toleransi hidup bermasyarakat, berbangsa dan beragama.
     
    Sementara itu, Sekda Zaenal dalam sambutanya menyampaikan, rapat forum pembauran Kebangsaan dipandang sangat penting karena Indonesia ditakdirkan fluralis, yaitu memiliki keanekaragaman suku bangsa, bahasa dan etnis. Zaenal melanjutkan, bahwa semua perbedaan tersebut jangan dijadikan alasan sebagai sumber perpecahan dan sumber konflik, tapi perbedaan tersebut harus dijadikan sebagai potensi untuk terbangunnya kebersamaan. “Di Sumedang sendiri, saat ini masih dalam keadaan kondusif karena masyarakat Sumedang masih masyarakat yang tradisional yang masih memperhatikan dan manut terhadap pemimpinya, oleh karena itu kita harus bisa menggerakkan dan membawa masyarakat ke arah yang lebih baik,”tukasnya.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus