Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Kabupaten Pangandaran Kini Punya Klinik ARV

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_22885.jpg

    PANGANDARAN–Kabupaten Pangandaran kini memiliki layanan pengobatan bagi pasien HIV/AIDS. Klinik pengobatan Anti Retroviral (ARV) pertama di Kabupaten Pangandaran itu ditempatkan di Puskesmas Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Pembukaan secara resmi klinik ARV di Puskesmas Parigi dilakukan langsung oleh Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, Senin (8/5).

    Berdasarkan rilis dari KPA Provinsi Jabar, dalam sambutannya, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata mengatakan keberadaan klinik ARV itu sangat penting dalam program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. Pembukaan klinik ini sekaligus menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Pangandaran dalam melayani warganya.

    Lebih jauh, Jeje mengakui pihaknya akan berupaya meningkatkan infrastruktur dan kapasitas para petugas kesehatan dalam melayani warga, terutama di Puskesmas. Selain itu, menurutnya, jumlah tenaga medis seperti dokter juga perlu ditambah.

    “Contohnya di Puskesmas Parigi ini. Sekarang baru ada satu dokter yang bertugas. Mungkin ke depan minimal harus ada dua lagi dokter yang bertugas di sini,” ujarnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, drg. Yani Ahmad Marzuki, MM.Kes menjelaskan melalui klinik ARV di Puskesmas Parigi, pasien HIV/AIDS di Pangandaran nantinya tidak perlu berangkat jauh ke luar Pangandaran. Selama ini, pengidap HIV/AIDS dari Pangandaran yang kondisinya sudah memerlukan pengobatan ARV biasanya mengakses pengobatan di RSUD Kota Banjar sebagai layanan yang terdekat.

    “Selama ini ada 22 ODHA warga Pangandaran yang berobat di Kota Banjar dan lima di antaranya sudah mulai berobat di sini. Nantinya, kita upayakan agar seluruhnya bisa mendapat pelayanan di Puskesmas Parigi,” ungkapnya.

    Yani berharap klinik ARV yang baru dibuka ini membawa manfaat bagi warga Pangandaran, khususnya yang terinfeksi dan terdampak HIV/AIDS. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran menunjukkan secara kumulatif ada 43 kasus HIV/AIDS yang tercatat.

    “Saya harapkan, keberadaan klinik ini juga akan menambah semangat bagi ODHA untuk tetap menjaga kesehatannya,” tambahnya. (Pun)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus