Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pergerakan Wisatawan di Jabar Tertinggi Nasional

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_23059.jpg

    BANDUNG-Kunjungan wisatawan ke wilayah Jawa Barat pada tahun 2016 mencapai 45,21 juta orang. Jumlah tersebut terdiri dari 44 juta wisatawan lokal dan 1,1 juta wisatawan asing. Artinya pergerakan wisatawan di Jabar menempati posisi tertinggi dibandingkan dengan provinsi lainnya di Indonesia.

    "Jadi pergerakan wisatawan tertinggi di Indonesia adalah Jabar bukan Bali. Potensi wisata ini sangat ada untuk dikembangkan," kata Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar kepada wartawan pada saat Media Gathering Wartawan Pokja Gedung Sate di Kamojang Resort Kabupaten Garut, Rabu sore (17/5/2017).

    Meski pergerakan wisatawan di Jabar tergolong tinggi tapi pemerintah pusat belum menetapkannya sebagai  destinasi wisata.

    Pemerintah menilai belum ditetapkan Jabar sebagai destinasi wisata karena infrastrukturnya belum siap seperti belum banyaknya bandara. Sebab hampir 85 persen wisatawan itu hadir melalui transportasi udara. 

    "Begitu banyak potensi wisata Jabar tapi belum ditetapkan oleh pemerintah sebagai destinasi wisata," ujarnya. 

    "Boleh dibilang sama Jawa Barat ini diperlakukan diskriminatif, lihat saja pelabuhan engga ada, bahkan bandara kita harus buat sendiri dari APBD, terakhir saja dapat bantuan dari APBN," tambahnya.

    Sedangkan di provinsi lain, sambung Wagub, seperti Kualanamu semua biaya dialokasikan oleh pemerintah pusat. Untuk itu, setelah Presiden Jokowi melihat begitu besarnya potensi wisata di Jabar maka pemerintah akan mempercepat pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat.

    "Pak Jokowi sempat melihat progres pembangunan BIJB, dia meminta dipercepat pembangunannya agar bisa mendongkrak kunjungan wisata ke Jawa Barat," ucapnya

    Demiz sapaan akrab Wagub Jabar menambahkan pariwisata ini meduduki urutan ke 4 yang menghasilkan devisa negara setelah migas, batubara, dan kelapa sawit. Ketiga penghasil devisa teratas ini cenderung turun sedangkan untuk sektor wisata secara significan naik. 

    "Bahkan pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan mencapai 20 juta orang pada 2019," pungkasnya.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus