Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Heryawan : Jabar Usulkan Sistem Transportasi Terpadu

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/DSC_4783-119.jpg

    Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan secara khusus menyampaikan kebijakan “Pengembangan Sistem Transportasi Terpadu di Cekungan Bandung” dalam skema pembangunan Metropolitan Bandung Area atau Bandung Metropolitan Area (BMA) 2011-2025. Termasuk kawasan metropolitan lainnya yakni; Bogor, Depok, Bekasi dan Cirebon. Paparan tersebut disampaikan Heryawan di hadapan Rapat Koordinasi (Rakor) Pembangunan Jalan di Kantor Menko Bidang Perekonomian Lapangan Banteng Jakarta, Kamis (19/5). Rakor dipimpin Hatta Rajasa dan dihadiri sejumlah menteri kabinet terkait, Kepala Badan Pertanahan Nasional, Kapolri, serta 5 Gubernur (DKI Jakarta, Bali, Jatim, Sumut dan Sulsel).

    “Jika tidak aral melintang, menurut rencana, bahan tersebut akan juga dipaparkan secara langsung di hadapan Presiden Republik Indonesia Soesilo Bambang Yudhoyono dalam Rapat Kabinet pekan mendatang,” ujar Heryawan usai menghadiri Rakor. Menurutnya Rakor yang baru saja dilaksanakan guna mempercepat penyelesaian sejumlah proyek pembangunan jalan, khususnya di 6 provinsi, yakni; Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Bali, Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan. Dan Jawa Barat sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar serta hamparan kawasan yang cukup luas sangat berkepentingan atas tersedianya infrastruktur jalan yang memadai.

    Lebih lanjut Heryawan menyatakan, dalam Rakor, Jawa Barat menyampaikan beberapa hal, antara lain; permasalahan transportasi Metropolitan Bandung yang membutuhkan restrukturisasi manajemen dan sistem terpadu. Selain itu disampaikan pula konsep sistem dan pengembangan transportasi terpadu dan handal di BMA. Dan dipaparkan pula skenario penataan dan pengembangan transportasi angkutan umum berupa bis, kereta api dan pengendalian kendaraan pribadi. “Akan ada reaktivasi kereta api jalur di cekungan Bandung dan pengembangan cable car untuk jalur Lembang-Bandung,” tuturnya.

    Sementara Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Barat Deny Juanda Puradimaja menyatakan dalam pengembangan sistem transportasi di Metro Bandung menggunakan pendekatan model “hybrid”, yakni dengan cara mengembangkan transportasi kota inti Bandung-Cimahi, membangun transportasi dengan sistem “ringroad” wilayah 1 dengan menghubungkan jalur Lembang-Jatinangor, Tanjungsari-Rancaekek, Cicalengka-Banjaran, Pameungpeuk-Soreang, Ketapang-Padalarang-Ngamprah-Lembang. Sedangkan untuk wilayah 2 meliputi; Majalaya-Ciparay-Banjaran, Pameungpeuk-Pangalengan-Ciwidey-Cililin-Cipendeuy di Kabupaten Bandung Barat.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus