Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Bupati Dukung Program Selaras

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_23275.jpg

    BANDUNGKAB-Sebagai kolaborasi mengurangi Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), Bupati Bandung H. Dadang M Naser mendukung Program SELARAS (Sedehana Berdampak Luar Biasa), yang juga implementasi dari program Save The Children agar diterapkan untuk seluruh Kecamatan di Kabupaten Bandung, khususnya untuk wilayah yang sulit terakses fasilitas kesehatan. Hal tersebut diucapkan Bupati usai Acara Close Out Meeting dan Hand Over Program Selaras di Hotel Sutan Raja Soreang, Selasa (30/5).

    “Saya medukung program Selaras untuk diterapkan di semua Kecamatan. Selama lima tahun sudah program ini banyak berkontribusi menekan AKI dan AKB juga merubah pemahaman dan perilaku masyarakat, tentang pentngnya kesehatan. Semoga program ini tidak berakhir begitu saja dan bisa diteruskan untuk Kecamatan lain setelah Ciparay, Pacet, Kertasari dan Majalaya,” ucapnya.

    Menurut Bupati, program tersebut mempunyai pengaruh besar dalam penyelamatan ibu dan bayi baru lahir, yakni dengan adanya pelayanan persalinan fasilitas kesehatan. Kenaikan persalinan di fasilitas kesehatan yang dibantu program SELARAS  kata Bupati, meliputi Kecamatan Ciparay naik 6,4 % dari 84,3 menjadi 90,7%, Pacet mengalami kenaikan 5,5% dari 75,6% menjadi 81,1% dan Kecamatan kertasari dari 87,6 menjadi 92,5% artinya mengalami peningkatan 4,9%. Dia berharap dari 4 Kecamatan tersebut, fasilitator yang sudah terlatih bisa menyalurkan ilmunya untuk calon fasilitator di Kecamatan lain.

    “Sedangkan kenaikan fasilitas persalinan di Kecamatan Majalaya mencapai 3,5%, yakni dari 81,3 menjadi 84,8%.  Saya harap dari 4 Kecamatan yang sudah punya fasilitator, bisa menularkan kemampuannya untuk calon fasilitator di Kecamatan lain nantinya,” harap Bupati.

    Perlu diketahui imbuhnya, Save the Children dan Pemerintah Kabupaten Bandung, melalui program ini bertujuan membangun sinergi dalam pelaksanaan program yang terkait dengan kesehatan, kebersihan dan praktek cuci tangan, yang menurutnya sangat sederhana.

    "Programnya sangat sederhana, untuk keberlangsungan hidup ibu melahirkan dan bayi baru lahir di empat kecamatan Kabupaten Bandung. Namun jika dikembangkan akan berdampak luar biasa, " kata Dia.

    Bupati menandaskan, kontribusi Program SELARAS yang juga melibatkan Yayasan Sayangi Tunas Cilik itu, turut mendukung fokus prioritas pembangunan Kabupaten Bandung dari segi peningkatan Sumber Daya manusia(SDM).  

    “Program ini mendukung visi pembangunan Kabupaten Bandung dalam hal SDM.  Meningkatnya pelayanan kesehatan bagi ibu melahirkan dan bayi baru lahir, bisa menghasilkan tunas bangsa yang berkualitas, sehat, cerdas dan kuat,” tandasnya.

    Sementara Program Manager SELARAS dari Save the Children Noer Pangroso mengatakan, program SELARAS telah memberikan manfaat baik langsung maupun tidak, terhadap kurang lebih  35.000 bayi, 25.000 ibu hingga 400.000 anggota masyarakat di 4 kecamatan tersebut.

    Noer menuturkan aktifitas program SELARAS meliputi, upaya pencegahan infeksi salah satunya dengan peningkatan praktik hidup bersih seperti cuci tangan pakai sabun di layanan kesehatan dan masyarakat, penguatan kapasitas tenaga kesehatan dan masyarakat, mobilisasi masyarakat, dan kemitraan dalam rangka kelangsungan hidup bayi baru lahir.

    “Survei yang dilakukan Save the Children di 4 kecamatan menggarisbawahi bahwa setengah  (42%) dari kelahiran masih ditolong oleh Paraji atau dukun beranak. "Ini jauh lebih rendah dari rata-rata propinsi maupun nasional," ungkapnya.

    Dia meyakinkan, melalui SELARAS, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di Puskesmas dan Bidan di Desa, serta pemberdayaan keluarga dan masyarakat menjadi salah satu kegiatan yang akan diperkuat.

    “Selain itu ada juga kebijakan dan dukungan alokasi sumber daya untuk terus meningkatkan praktek kesehatan, kebersihan dan cuci tangan pakai sabun untuk keberlangsungan hidup bayi baru lahir oleh pemerintah daerah melalui monitoring, pengawasan pelaksanaan SOP, mentoring dan dukungan pendanaan selain ketersediaan RTK (Rumah Tunggu Kelahiran),” tutupnya.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus