Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    1 Juni, Santunan Kecelakaan Jasa Raharja Naik 100 %

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_23278.jpg

    BANDUNG-Berdasarkan kebijakan strategis Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 15 Tahun 2017 dan PMK Nomor 16 Tahun 2017 menetapkan bahwa santunan korban kecelakaan penumpang umum dan korban lalu lintas jalan, terhitung 1 Juni 2017, naik 100 persen.

    Kepala Jasa Raharaja Jabar Eri Martajaya menjelaskan, pemerintah mengamati telah terjadi peningkatan kebutuhan hidup yang cukup signifikan sejak besar nilai santunan ditetapkan pada tahun 2008 lalu. 

    Hal ini menyebabkan terjadinya penurunan daya beli yang cukup signifikan dan tergerusnya manfaat yang diterima oleh korban, seperti penggantian biaya perawatan dan pengobatan dimana masyarakat yang menjadi korban luka-luka mengeluarkan dana pribadi untuk biaya perawatan dan pengobatan yang nilainya di atas besaran santunan yang diberikan.

    "Yang mendasari hal ini karena sejak tahun 2008, kemudian dengan biaya pengobatan yang cukup tinggi, sehingga kita menginginkan masyarakat tidak dipersulit jika mengalami musibah kecelakaan," katanya kepada wartawan di Bandung, Rabu (30/5/2017).

    PT Jasa Raharja Kantor Cabang Jawa Barat pun melakukan sosialisasi terkait kenaikan santunan korban ini.

    "Kami mengambil kebijakan dan meneruskan berkaitan dengan sosialisasi  yang dilakukan oleh kantor pusat dan Departemen Keuangan dalam rangka memmberikan informasi untuk kenaikan santunan dari Jasa Raharja," ungkapnya

    Eri menjelaskan rincian kenaikan santunan korban tersebut diantaranya ahli waris korban meninggal dunia mendapat santunan sebesar Rp 50 juta yang sebelumnya Rp 25 juta. Santunan bagi korban cacat masih tetap sesuai presentase tertentu dari santunan korban meninggal dunia yang telah dinaikan menjadi maksimal Rp 50 juta. 

    Sedangkan untuk penggantian perawatan dan pengobatan dikatakan Eri meningkat menjadi maksimal Rp 20 juta yang sebelumnya Rp 10 juta. Sementara, penggantian biaya penguburan meningkat menjadi maksimal Rp 4 juta yang semula Rp 2 juta bagi korban yang tidak memiliki ahli waris. 

    "Besaran kenaikannya mencapai 100 persen baik untuk darat dan laut. Sedangakan untuk udara masih sama dengan yang sebelumnya. Diharapkan masyarakat bisa memanfaatkan sebaik mungkin bila ada anggota keluarganya yang mengalami kecelakaan," paparnya.

    Selain itu, sambung Eri, terdapat manfaat baru yang diberikan kepada korban kecelakaan berupa penggantian biaya pertolongan pertama maksimal Rp 1 juta dan penggantian biaya untuk membawa korban ke fasilitas kesehatan maksimal Rp 500 ribu.

    "Ada manfaat tambahan sebesar Rp 1,5 juta yang rinciannya Rp 500 ribu untuk ambulance kemudian untuk Rp 1 juta bagi biaya P3K," pungkasnya. (MAT)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus