Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Deden Al Zidan : Baju Koko Sudah Menjadi Fashion

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_23587.jpg

    TASIKMALAYAKOTA-Lebaran identik dengan semangat baru. Jiwa yang baru dan pakaian yang baru. Seolah menjadi suatu tradisi apabila lebaran tidak mengenakan baju baru maka lebarannya tidak afdol. Baju baru khas lebaran yang biasa dipakai oleh pria muslim untuk shalat sunnat ied dan bersilaturahmi adalah baju koko. 

    Salah satu baju koko yang sering kita jumpai di masyarakat, yaitu ternyata diproduksi di Wustho Benzema/Al Zidan dengan berbagai model dan motif yang kekinian terletak di daerah Sentra Bordir Tasik di Kota Tasikmalaya. 

    "Sekarang itu baju koko sudah menjadi fashion, jadi kan otomatis kita harus bikin model-model baru kekinian lah, ucap Deden salah satu desainer Al Zidan yang ditemui tim jabarprov.go.id di pabrik baju koko, kota Tasikmalaya, Jawa Barat Kamis (15/06/2017).

    Dalam satu tahun, Deden bisa membuat sekitar 500 pola atau motif untuk baju koko atau rata-rata dua pola atau motif per hari. Dia juga menjelaskan bagaimana cara membuat baju koko dengan beberapa tahapan.

    Pembuatan baju muslim/koko dimulai dengan mendesain pola/motif menggunakan tangan setelah itu pola/motif yang sudah disetujui untuk diproduksi digambar ulang menggunakan komputer dan secara otomatis mesin bordir membuatkan pola/ motif yang diinginkan di atas kain baju koko. Kain baju koko yang sudah diberi pola/motif disambungkan dan dijahit dengan kain lainnya seperti kain lengan dan kain belakang sehingga membuat satu baju koko yang siap untuk tahap selanjutnya.

    Tahap selanjutnya adalah membuat lubang kancing dengan menggunakan mesin jahit lalu memasangkan kancingnya. Setelah kancing terpasang dengan rapih, selanjutnya adalah tahap pengemasan atau packaging. Tahap ini diantaranya baju koko yang siap dipasarkan disetrika terlebih dahulu lalu dilipat dan dimasukan ke dalam plastik. Akhirnya Baju koko siap dipasarkan.

    Distribusi baju koko tidak hanya untuk dalam negeri saja bahkan produk Al Zidan ini sudah merambah ke negara lain diantaranya Malaysia, melalui pameran-pameran yang diselenggarakan disana.

    Deden mengatakan, bahwa setiap bulan, produksi baju koko Al Zidan bisa mencapai 1000 sampai dengan 1500 kodi per bulan kecuali menjelang lebaran bisa mencapai dua kali lipat. Adapun harga terendah dari pabrik untuk satu baju koko adalah 70 ribu rupiah.        

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus