Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Lelang TPAS Legok Nangka Terapkan Skema KPBU

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_23697.jpg

    BANDUNG-Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemrov) Jawa Barat dalam rencana pembangunan Tempat Pembuangan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka yang akan menerapkan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

    Deputi Bidang Monitoring Evaluasi dan Sistem Informasi LKPP, Robin Asyad Suryo, menjelaskan perkembangannya saat ini sedang penyiapan proses dokumen pra kualifikasi dan dokumen lelang.

    “Targetnya nanti kalau semuanya lancar itu, akhir bulan Maret 2018 mudah-mudahan ada pemenang lelangnya dan ini skemanya KPBU,” katanya kepada wartawan di gedung Pakuan Negara, Bandung, Selasa (20/6/2017).

    TPSA Legok Nangka itu akan dikelola oleh badan usaha kemudian akan menghasilkan listrik yang rencananya dijual ke PLN. Menurut Robin, proyek ini diperkirakan memakan biaya hingga Rp 4 triliun, namun pihaknya masih mengupayakan agar biaya proyek tersebut jauh lebih murah sehingga terjangkau oleh Pemrov Jabar.  

    “Nilai proyeknya sekitar Rp 4 triliun, kita masih berusaha freeview lagi sampai nilainya bisa dijangkau oleh Pemprov Jabar. Jadi  tidak terlalu mahal,” ungkapnya.

    Robin menjelaskan skema KPBU ini berbeda dengan sebelumnya. Pasalnya melibatkan investor swasta atau badan usaha swasa untuk berinvestasi di dalam proyek ini. Tentunya, investor dari proyek ini harus mendapatkan keuntungan dengan cara menjual listrik kepada PLN.

    “Investasi mereka membutuhkan keuntungan. Nah disitulah kemudian diperbolehkan menjual listrik kepada PLN tapi kalau hanya penjualan listrik itu tidak cukup makanya ada tipping fee,” tuturnya.

    Dia menyarankan agar Pemprov Jabar bersama dengan 6 Kabupaten/Kota di dalam APBD harus menganggarkan tipping fee untuk dibayarkan kepada investor.

    “Nanti kompetensinya siapa yang bisa tipping fee-nya paling rendah, saya kira seperti itu,” ujarnya.

    Robin mengungkapkan bahwa proyek ini merupakan salah satu percontohan yang sedang ditangani. Ada beberapa proyek percontohan yang lainnya seperti proyek bandara di Batam, proyek air minum di Bekasi dan proyek penerangan jalan umum di Kota Bandung.

    “Lelangnya sendiri kita harapkan di bulan Agustus 2017, targetnya akhir Maret 2017 diharapkan sudah tanda tangan kontrak dengan pak Gubernur Jabar,”pungkasnya (MAT)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus