Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pemprov Jabar Bakal Perlebar Jalur Limbangan

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_23843.jpg

    BANDUNG-Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, mengatakan, guna mengantisipasi kepadatan arus mudik dan balik lebaran, ke depannya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat akan memperlebar atau memperluas arus jalur Limbangan menuju Garut.

    "Kita akan usulkan jangka pendeknya kepada pemerintah pusat, mudah-mudahan sudah direncanakan. Karena selain masukan dari kita, dari Polri juga ada masukan untuk memperlebar ruas jalan Limbangan menuju Garut," paparnya kepada wartawan di Gedung Sate Bandung, Senin (3/7/2017).

    Sedangkan untuk jangka panjangnya, dikatakan Heryawan, di jalur tersebut harus ada jalan tol. Pemprov Jabar sendiri sudah mengusulkanya kepada pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR.

    "Insya Alloh sedang kita rencanakan. Meski pelaksanaannya bisa 5 tahun kemudian, tapi setidaknya sudah direncanakan dari sekarang pembangunan jalan tol itu," ungkapnya

    Menurutnya, wilayah tersebut merupakan bagian dari pengembangan Jabar selatan yang kini dinilai semakin menggeliat. Sementara jalur selatan itu baru terbentuk setelah wilayah Cileunyi.

    "Kecuali dari arus mudik lokal seperti dari Banten selatan lewat Cisolok Pelabuhan Ratu dan Jampang Kulon melalui jalur selatan kan bisa. Sedangkan kepadatan mudik itu di jalur utara dan tengah seperti Bogor, Cianjur, Sukabumi, ditambah dari Jakarta," tuturnya. 

    Aher, sapaan akrab Gubernur Jabar ini pun menilai, secara keseluruhan arus mudik 2017 termasuk paling baik dibandingkan tahun sebelumnya. Pasalnya, masa libur lebaran cukup panjang, seperti libur sekolah yang dimulai sejak 19 Juni 2017 dan libur kerja sejak 23 Juni 2017.

    "Arus mudik tahun ini tidak menyisakan masalah karena masa liburnya yang panjang. Ini cukup teratur ya ketika mudik ketika arus balik juga cukup teratur," ungkapnya.

    Aher pun mengakui meski dinilai lacar namun masih saja terjadi kemacetan di ruas jalur selatan seperti Garut, Malangbong, dan Tasikmalaya. Hal itu disebabkan karena arus mudik berbarengan dengan arus rekreasi liburan masyarakat ke berbagai tempat rekreasi yang ada di jalur selatan seperti Pangandaran, Garut Selatan, dan Tasikmalaya Selatan.

    "Memang arus mudik berbarengan dengan arus rekreasi liburan masyarakat ke berbagai tempat rekreasi yang ada di jalur selatan seperti Pangandaran, Garut Selatan, dan Tasikmalaya Selatan ketika balik itu bersamaan. Makanya kemacetannya meningkat ketika arus balik lebaran," terangnya.

    Menurutnya, puncak arus balik lebaran terjadi pada Sabtu 1 Juni 2017 atau H+6. Sedangkan Minggu kemarin tidak begitu padat arus balik lebaran yang melintas di Jawa Barat.

    "Yang paling padat itu pada Sabtu malam. Sedangkan minggu malam kemarin tidak terlalu padat," imbuhnya

    Menurut Aher, kepadatan arus balik ini bisa diatasi dengan baik dengan manajemen trafik yang bagus. 

    "Semuanya sudah selesai diatasi dengan manajemen trafik lalu lintas yang bagus," pungkasnya. 

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus