Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Heryawan Ajukan Program Pembangunan Transportasi Senilai 19,4 T

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/DSC_97912.jpg

    Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengajukan sejumlah proyek pembangunan infrastruktur transportasi pada Sidang Kabinet Terbatas tentang Transportasi, Kamis (26/5) di Istana Presiden Jakarta. Pada kesempatan di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan sejumlah Menteri terkait, Heryawan mengajukan sekitar Rp 19,46 triliun untuk membangun sejumlah infrastruktur transportasi di Jawa Barat hingga tahun 2014. Program pembangunan yang berjudul Sistem Transportasi Metropolitan Cekungan Bandung atau MCB diarahkan menjadi metropolitan moderen.  Alokasi sebesar itu akan digunakan untuk membangun jalan tol, penataan angkutan massal, pengembangan bandara, membangun jalan lingkar dan optimalisasi jaringan jalan.

    “Jawa Barat dengan penduduk terbesar dan luasan kawasannya membutuhkan infrastruktur transportasi yang memadai. Hal itu penting guna menghubungkan seluruh kawasan di Jawa Barat agar akses kegiatan pembangunan dan perekonomian dapat berjalan dengan lancar dan aman. Apalagi Jawa Barat merupakan kawasan penyangga Ibukota Negara sehingga harus mampu menopang akselerasi pembangunan di sekitarnya. Untuk itu kita sudah paparkan pengajuan proyek pembangunan yang bersifat jangka pendek dan juga jangka panjang. Konsep yang diajukan adalah Sistem Transportasi Metropolitan Cekungan Bandung atau MCB,” tegas Heryawan usai mengikuti Sidang Kabinet.

    Konsep MCB menurut Heryawan akan diarahkan agar pergerakan penumpang dan barang menjadi efisien. Dengan demikian tingkat konsumsi energi lebih efisien. Tentunya MCB akan meningkatkan aksesibilitas masyarakat menjadi lebih tinggi. Diharapkan tingkat mobilitas masyarakat menjadi lebih baik. “MCB juga akan menekan tingkat emisi agar lebih rendah guna menghadirkan lingkungan yang bersih,” ujarnya. MCB merupakan sistem transportasi terpadu yang berada di kawasan Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Sumedang. Kelima wilayah itu memiliki jumlah penduduk 5,7 juta jiwa (2010) dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) senilai Rp 45,8 triliun (2009).

    Pada kesempatan itu, Gubernur Jawa Barat mengajukan sejumlah isu dan saran terkait dengan pembangunan sistem transportasi MCB. Diantaranya adalah terkait dengan pembiayaan dan keterbatasan anggaran, pembangunan sistem transportasi terpadu dan penyediaan infrastruktur transportasi. Untuk itu Heryawan mengajukan usul yakni agar pembiayaan yang terbatas itu didukung dari pinjaman, dukungan regulasi untuk melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam pelaksanaan pembangunan dan pengoperasian infrastruktur transportasi serta pendanaan penuh atau sebagian yang berasal dari swasta sebaiknya diperuntukan bagi kegiatan pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung pada pemasukan seperti jalan tol.

    Sementara Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Barat Denny Juanda Puradimaja menjelaskan dari total dana Rp 19,46 triliun itu, pembiayaannya terdiri dari  APBD Rp 300 miliar, gabungan APBD-APBN senilai Rp 1,92 triliun, APBN-Swasta Rp 1,66 triliun, dan APBD-APBN-Swasta Rp 15,58 triliun. Alokasi dan pembiayaannya tergantung dari jenis proyek yang akan dikerjakan. Seperti pembangunan Ringroad dan Flyover akan dibiayai dari APBD-APBN, sementara pembangunan Bandara Kertajati  dan 3 ruas tol dibiayai dari APBD-APBN dan Swasta. Sedangkan penataan PKL dan lahan Parkir dibiayai dari APBD saja. “Semuanya itu merupakan program pembangunan MCB jangka pendek hingga 2014. Sedangkan jangka panjangnya hingga tahun 2025,” ujarnya.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus