Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Event Lari Di Kota Bogor Diharapkan Rutin Digelar

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_23920.jpg

    BOGORKOTA-Matahari Terbenam atau Sundown menjadi pemandangan yang akan dinikmati ribuan pelari Mandiri Bogor Sundown Marathon (MBSM) 2017, Minggu (09/07/2017) mendatang di Kota Bogor. Hal inipula yang rupanya menjadi daya tarik peserta mengikuti event lari di malam hari yang baru pertama kali di gelar di Indonesia ini.

    Salah satu peserta lari Full Marathon 42K Nancy Jackson (49) mengatakan, di MBSM 2017 ini ia akan mengikuti kategori Full Marathon(FM) 42K dengan cut of time (COT) atau batas waktu tujuh jam dari mulai pukul 01.00 WIB sampai pukul 08.00 WIB. Namun, ia menargetkan untuk sampai finish sebelum matahari terbit dan menempati podium nomor satu.
    “Saya optimis karena setiap hari saya lari sepanjang 20K,” ujarnya saat ditemui Press Conference di FX Sudirman, Jakarta Kamis (06/07/2017).

    Ia menuturkan, MBSM 2017 ini juga menjadi event yang luar biasa bagus karena masih jarang event lari di malam hari. Tak ayal, ia memiliki ekspektasi lebih dari gelaran MBSM ini. Menurutnya, event ini akan menjadi event lari favorit setiap tahun jika berhasil di organizer dengan sempurna. Terutama jika bisa didukung dengan meminimalisir kendaraannya.

    “Harapan saya event ini bisa terus berlanjut setiap tahun dan bisa melebihi Bali Marathon,” terangnya.
    Pelari 42K lainnya Andre Ismangun (53) mengaku tertarik dengan MBSM 2017 ini karena ada sensasi yang berbeda ketika lari malam hari di Kota Bogor dibandingkan dengan kota lainnya. Pasalnya, ia pernah merasakan Sundown Marathon di Singapura dengan suasana malam yang sangat sepi karena jalanan memang ditutup. Sementara sensasi berlari malam hari di Jakarta bersaing dengan kendaraan yang memang tidak pernah “mati”.

    “Nah kalau di Kota Bogor cuaca malamnya sejuk. Pokoknya sensasinya berbeda. Dan saya berharap sekalipun nanti ganti Wali Kota event ini tetap berlanjut,” imbuhnya.

    Harapan serupa juga disampaikan Gilman Pradana (31), menurutnya kesuksesan dari MBSM ini menjadi wujud dari cita-cita Kota Bogor menjadi The City of Runner. Ia juga menyarankan selain event bisa digelar setiap tahun juga rute dari MBSM ini terdaftar di Asosiasi Lari Internasional seperti Bali Marathon yang sudah terkenal hingga ke luar negeri. Jika sudah terdaftar, event ini akan diakui dunia karena track lari sudah dianggap aman (Safety).
    “Track lari dianggap sudah sesuai dengan standar internasional, jadi makin banyak pelari luar negeri yang lari di Kota Bogor,” jelasnya.

    Gilman yang merupakan Warga Bogor yang bekerja sebagai Kepala Komunikasi Bursa Efek Indonesia (BEI) ini menambahkan, ia akan mencoba lari di kategori 42K. Ia mengklaim dengan lari sepanjang itu menjadi waktu untuk dirinya sendiri (Me Time). Di ajang ini ia tidak menargetkan menang tetapi sebaliknya ia ingin mengukur konsistensinya dalam berlari, ketahanan fisik dan mentalitas.

    “Saya sengaja memberi tantangan pada diri sendiri dengan track yang panjang, melelahkan dan membuktikan dari awalnya tidak bisa menjadi bisa,” pungkasnya (fla/indra/adit/rabas) SZ

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus