Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Wisuda Terakhir Akper Pemkab Sumedang

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_24044.jpg

    SUMEDANG-Ratusan wisudawan/ti  D-III Keperawatan Angkatan XVIIII Akademi Keperawatan (Akper) Pemerintah Kabupaten Sumedang Tahun Akademik 2017-2018 di wisuda dan diambil sumpahnya di Aula Tampomas Induk Pusat Pemerintahan, Sabtu (15/7). 

    Kegiatan wisuda tersebut merupakan wisuda yang terakhir dilaksanakan oleh Akper Pemkab Sumedang setelah proses penandatanganan Naskah Perjanjian Kerjasama antara Pemkab Sumedang dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) tentang penyatuan Akper yang diselenggarakan di ruang tengah Gedung Negara Kabupaten Sumedang pada hari Kamis (13/7).

    Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan, perwakilan DPRD, Forkopimda, perwakilan  Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Rektor UPI beserta jajaran, unsur DWP PPNI Jawa Barat, para pembimbing klinik, orang tua wisudawan/ti serta unsur terkait lainnya.

    Dikatakan Drs. H. Dadang Rukmawan, M. Kes selaku Direktur Akper, secara kelembagaan Akper Pemkab Sumedang merupakan lembaga  teknis daerah Kabupaten Sumedang. Menurut Dadang, dasar yuridis yang memayunginya adalah keputusan bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Dalam Negeri Tanggal 23 Desember 2010 tentang Pengelolaan Institusi Diploma bidang kesehatan milik Pemerintah Daerah.

    “Dengan terbitnya undang-undang nomor 23 Tahun 2014 dan Undang-undang nomor 9 tahun 2015 Tahun tentang Pemerintahan Daerah maka diputuskan bahwa penyelenggaraan pendidikan tinggi menjadi tanggung jawab pemerintah pusat. Dengan kata lain, Pemerintah Daerah tidak lagi memiliki kewenangan untuk menyelenggarakan pendidikan tinggi termasuk Akper,”katanya.

    Disampaikan Dadang, Bupati Sumedang, H. Eka Setiawan telah membentuk tim penataan AKPER Pemkab Sumedang. Kemudian sebagai tindak lanjut dari analisa tim Pemerintah Kabupaten Sumedang menetapkan untuk bergabung dengan UPI dan sebagai implementasinya dilaksanakan visitasi beberapa waktu lalu. “Empat (4) opsi yang ditawarkan oleh pemerintah pusat dalam penataan kelembagaan Perguruan Tinggi Kesehatan Daerah (PT Kesda) yaitu, bergabung dengan PTN dibawah KEMENRISTEKDIKTI, bergabung dengan POLTEKES dibawah KEMENKES menjadi UPTD non pendidikan atau opsi terakhir yaitu dibubarkan,”paparnya.

    “Semoga dengan penyatuan Akper Pemkab. Sumedang dengan UPI, dapat mempermudah dan memperkaya pilihan masyarakat Sumedang untuk masuk di PTN berkualitas,’’imbuh Dadang.

    Sementara itu Bupati Eka dalam sambutannya yang disampaikan oleh Kadis Pendidikan Kabupaten Sumedang, Drs. H. Sonson M Nurikhsan, M. Si menyampaikan “Saya ucapkan selamat kepada para wisudawan/ti angkatan XVIII atas keberhasilannya menyelesaikan pendidikan di Akper Sumedang, tidak lupa saya juga ucapkan terimakasih kepada segenap pimpinan dan staf civitas akademik Akper yang telah bekerja dengan baik, sehingga dapat meluluskan mahasiswa sampai dengan angkatan ke-18 di tahun 2017 ini,”kata Bupati.

    "Setelah dilaksanakannya penandatanganan naskah kerjasama antara Pemda dengan UPI pada tanggal 13 Juli 2017, tentunya kita semua berharap penyatuan Akper dengan UPI  bisa menghasilkan kerjasama yang baik,’’ujar Eka. 

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus