Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    RK : Tingkatkan Kesejahteraan Lansia

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_24054.jpg

    BANDUNG-Berbagai upaya terus pemerintah lakukan untuk menjadikan Kota Bandung sebagai kota yang tidak hanya dibangun untuk memenuhi kebutuhan pria dewasa, melainkan juga harus ramah untuk anak-anak, perempuan, serta lansia. Karena selama ini ada anggapan pemerintah kurang perhatian terhadap lansia, khususnya dalam pembangunan.

    Walikota Bandung, M. Ridwan Kamil, mengatakan, untuk menghilangkan anggapan tersebut Pemerintah Kota Bandung meluncurkan gerakan Bandung Cinta Lansia, yaitu gerakan berupa berbagai program yang terdiri dari program Aku Cinta Lansia dan pembentukan Sahabat Peduli Lansia.

    "Jika kaum lansia sudah merasa aman dan nyaman, itulah ciri kota yang berbahagia," ujar Ridwan, saat meluncurkan gerakan Bandung Cinta Lansia di Balai Kota Bandung, Minggu (16/7).

    Melalui program ini, setiap lansia yang tidak memiliki sanak-saudara akan ditemani oleh relawan untuk melaksanakan aktivitas yang menyenangkan, seperti mengobrol, berolah raga, atau berjalan-jalan selama seharian penuh. 

    Menurut Walikota, gagasannya ini terinspirasi dari salah seorang veteran yang berusia 107 tahun yang merasa kesepian dan butuh perhatian, sehingga dengan program ini para lansia bisa hidup berbahagia tinggal di Kota Bandung.

    "Kami berharap program ini bisa menginspirasi kota-kota lain di Indonesia, agar tidak hanya di Bandung lansianya bahagia, tetapi se-Indonesia," katanya.

    Inovasi ini mendapatkan penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (Leprid) sebagai gagasan pertama di Indonesia atas kepedulian terhadap lansia melalui program Minggu Lansia dan pembentukan Sahabat Peduli Lansia. Penghargaan diserahkan langsung oleh Direktur Leprid Paulus Pangka kepada Walikota Bandung.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus