Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Jumlah Penduduk Miskin Jabar Turun 0,06%

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_24075.jpg

    BANDUNG–Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat (Jabar) menyampaikan jika jumlah penduduk miskin di Jabar selama periode September 2016 hingga Maret 2017 turun 0,06%.

    Disebutkan jika pada September 2016 lalu jumlah penduduk miskin mencapai 8,77%, namun pada Maret 2017 mencapai 8,71% dari jumlah total penduduk.

    Namun demikian secara jumlah atau volume, ada terjadi peningkatan sekitar 300 ribu jiwa penduduk miskin. Yakni dari 4.168,11 ribu jiwa  menjadi sebesar 4.168,44 ribu jiwa pada bulan Maret 2017.

    BPS juga mencatat jika garis kemiskinan (GK) Jawa Barat mengalami peningkatan sebesar 3,71 persen dari Rp. 332.119,- per kapita per bulan menjadi sebesar Rp. 344.427,- per kapita per bulan. GK di daerah perkotaan meningkat 3,92 persen dari Rp. 332.145,- per kapita per bulan menjadi sebesar Rp. 345.151,- per kapita per bulan. GK di daerah perdesaan meningkat sebesar 3,15 persen dari Rp. 331.237,- per kapita per bulan menjadi sebesar Rp. 341.682,- per kapita per bulan.

    Peranan komoditi makanan terhadap garis kemiskinan masih jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan. Sumbangan Garis Kemiskinan Makanan (GKM) terhadap Garis Kemiskinan (GK) sebesar 70,91 persen untuk daerah perkotaan. Sedangkan di daerah perdesaan sebesar 75,29 persen. Secara total peranan komoditi makanan terhadap GK adalah sebesar 72,15 persen. Angka ini meningkat jika dibandingkan dengan keadaan September 2016 yang sebesar 71,95 persen.

    Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) sama-sama menunjukkan kecenderungan mengalami peningkatan. Ini mengindikasikan adanya penurunan kondisi pada penduduk miskin. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) naik dari 1,280 menjadi 1,448, atau naik sebesar 0,168 poin. Sedangkan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) naik dari 0,276 menjadi 0,374 atau naik sebesar 0,098 poin

    Nilai Gini Ratio mengalami peningkatan yang tidak signifikan dari 0,402 menjadi 0,403. Nilai Gini Ratio di daerah perkotaan tidak mengalami perubahan yaitu 0,412, sementara yang di daerah perdesaan mengalami peningkatan dari 0,310 menjadi 0,324.

    Pada Maret 2017, distribusi pengeluaran kelompok penduduk 40 persen terbawah adalah sebesar 16,32 persen. Artinya pengeluaran penduduk masih berada pada kategori tingkat ketimpangan sedang. Jika dirinci menurut wilayah, di daerah perkotaan angkanya tercatat sebesar 15,60 persen yang artinya berada pada kategori ketimpangan sedang. Sementara untuk daerah perdesaan, angkanya tercatat sebesar 19,99 persen, yang berarti masuk dalam kategori ketimpangan rendah. jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus