Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Akuntan Harus Bantu Manajemen Keuangan UMKM

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_24139.jpg

    BANDUNG-Akuntan harus lebih memperhatikan perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) karena mereka masih terkendala untuk mendapatkan pinjaman modal dari pihak perbankan.

    "Bank mau jaminan laporan keuangan. Tapi rata-rata UMKM tidak punya. Di sinilah peran Akuntan untuk membantu mereka," kata Rektor Universitas Widyatama, Islahuzzaman kepada wartawan dalam Seminar Nasional Akuntansi dan Bisnis (SNAB-2) 2017 di Kampus Universitas Widyatama Bandung, Kamis (20/7/2017).

    Untuk itu, melalui perguruan tinggi setidaknya Akuntan melakukan pengabdian masyarakat untuk membimbing cara menyusun laporan keuangan yang baik sesuai dengan standar perbankan.

    "Akuntan bisa membimbing laporan keuangan UMKM mulai dari bagaimana menyusun laporan keuangannya dengan baik," ujarnya.

    Pertumbuhan UMKM, dikatakan Islahuzzaman tidak dibarengi dengan pertumbuhan tenaga Akuntan. Sehingga, muncul ketidakpahaman UMKM dalam mengelola keuangannya.

    "Kita kan ada jutaan UMKM sedangkan jumlah akuntan masih sekitar 5 persen. Bandung aja sudah terdapat ribuan UMKM," paparnya.

    "Sehingga tenaga dia juga enggak dihitung. Rerata UMKM tidak bisa membedakan antara laba dan keuntungan," tambahnya.

    Universitas Widyatama sendiri sudah melakukan pengabdian kepada masyarakat khususnya memberikan pelatihan manajemen keuangan kepada UMKM. Seperti memberikan bimbingan manajemen keuangan di 420 desa se-Kabupaten Garut.

    "Kita selalu ada agenda untuk pengabdian kepada masyarakat. Kita datang ke mereka atau kita undang mereka ke kampus untuk mengikuti pelatihan," paparnya.

    Dia berharap perguruan tinggi yang lain pun melakukan hal yang sama. Sementara pertumbuhan UMKM terus berkembang pesat, meskipun tidak dibarengi dengan kemampuan manajemen keuangannya.

    "Jadi tugas perguruan tinggi itu. Tidak hanya Widyatama saja tapi yang lainnya juga turut membantu UMKM supaya bisnisnya tidak hanya sebatas berdagang saja tapi tidak tahu menghitung keuntungan atau kerugiannya," pungkasnya. 

    "Kita harapkan perguruan tinggi yang lain pun melakukannya karena kalau tidak, maka tidak akan habis permasalahan pada UMKM ini," pungkasnya. (MAT)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus