Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Satgas Waspada Investasi Temukan Voucher Penipuan

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_24508.jpg

    BANDUNG–Ketua Satgas Investasi Jawa Barat (Jabar) Sarwono menginformasikan telah menemukan laporan adanya voucher palsu untuk pencairan dana di bank, yang dikhawatirkan akan membuat resah masyarakat dan perbankan di Jabar.

    “Jadi ada voucher yang menyatakan dapat dicairkan dengan uang sebesar 1200 dolar AS atau sekitar Rp15,6 juta di Bank Mandiri, di manapun di Indonesia. Padahal itu tidak benar,” tegasnya, Rabu (16/8).

    Satgas kemudian meminta masyarakat untuk tidak menghiraukan voucher palsu tersebut. Dikatakan, voucher itu berbentuk selembaran yang distempel dan ditandatangani oleh United Nation Swissindo Trust International Orbit (UN Swissindo). Tampilannya sangat meyakinkan sehingga sudah ratusan masyarakat diduga tertipu.

    Masyarakat dapat membeli lembaran voucher itu seharga Rp5000 per lembar, dan dapat ditukar dengan uang  Rp15,6 juta di Bank Mandiri. Selain di Bandung dan Tasikmalaya, voucher serupa juga  diluar Jawa, seperti Sumatra Barat, Menado dan Gorontalo dengan korban mencapai ratusan orang.

    “Untuk itu kami mengimbau masyarakat yang sudah terlanjur membeli voucher untuk tidak berbondong –bondong ke Bank Mandiri pada tanggal 18 Agustus, seperti disebutkan di lembaran voucher. Itu bohong semata,” tegas Sarwono.

    Anggota satgas dari unsur kepolisian, Kompol Johansen menambahkan Polda Jabar sudah menditek kasus penipuan ini dan sedang melakukan penelusuran, terutama di kantor pusatnya yang ada di Cirebon.

    “Laporan kami harapkan dari masyarakat, silahkan mengadu ke polisi terdekat jika menemukan kasus penipuan seperti ini,” ujarnya.

    Untuk diketahui UN Swissindo juga pernah menawarkan mampu melunasi kredit macet hingga Rp2 miliar namun juga merupakan kebohongan. Polres Kota Cirebon, menurut Johansen, masih memburu pelaku sejak dua tahun lalu, dimana kasus ini pernah ramai dimasyarakat.

    “Saat ini statusnya dalam pencarian (DP), kami terus melakukan pencarian,” tutupnya. jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus